Digital Marketing Ala Menpar Arief Yahya; Butuh 3-4 Tahun Untuk Realisasi

Digital Marketing Ala Menpar Arief Yahya; Butuh 3-4 Tahun Untuk Realisasi

Auditorium Sapta Pesona, Kempar, Jakarta, Kabarindo- Tidak hanya memperjelaskan positioning promosi wisata mancanegara dengan Wonderful Indonesia dan nusantara itu dengan Pesona Indonesia.

Menpar, Arief Yahya disingkat AY secara lugas dihadapan para awak media sesaat sebelum pergantian tahun menyampaikan capaian wisman Januari hingga Oktober 2015 secara kumulatif sebanyak 8.017.589 wisman. Itu artinya tumbuh 3,38% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebanyak 7.755.616 wisman.

"Saya optimis sampai akhir Desember 2015 bisa tembus lebih dari 10 juta atau tumbuh 5,81% sehingga sesuai target 1o juta wisman tahun 2015. Sementara wisnus-wisatawan nusantara melakukan perjalanan Januari hingga Oktober 2015 sebanyak 208 juta perjalanan dengan estimasi November dan Desember 2015 22,5 juta dan 27,5 juta perjalanan sampai akhir tahun sebagai 255 juta perjalanan sesuai target dengan pengeluaran Rp. 880.925 untuk tiap perjalanan," paparnya lugas.

Dijelaskan kontribusi pariwisata terhadap perekonomia (PDB) nasional sebesar 4,23% atau melampaui target 4% sedangkan dalam penyerapan tenaga kerja langsung maupun tidak langsung sebanyaka 12,16 juta atau di atas target 11,3 juta tenaga kerja.

Amda perlu tahu, berikut ini destinasi wisata prioritas dari Kempar
.
1. Toba, Sumatera Utara
2. Tanjung Kelayang, Bangka Belitung
3. Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
4. Wakatobi, Sulawesi Tenggara
5. Morotai, Maluku Utara
6. Kepulauan Seribu DKI Jakarta
7. Tanjung Lesung, Banten
8. Borobudur, Jawa Tengah
9. Bromo, Tengger, Semeru Jawa Timur
10. Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Yah, dari situ dikenal Kawasan Ekonomi Khusus dengan Perpres sehingga melibatkan investor dan pendampingan pemda atau pemkab seperti telah diresmikannya lapangan udara Labuan Baju Pulau Komodo untuk pesawat berbadan besar selain itu KEK Mandalika, NTB untuk wisata halal yang mencengangkan dengan capaian tiga award untuk INDONESIA.

"Kempar selain menggandeng Google Indonesia untuk digital marketing dengan hadirnya Sergey Bein beberapa waktu lalu setelah berwisata dari Raja Ampat, saya sudah usulkan destinasi wisata lain untuk masuk Google Street View jadi tidak hanya Labuan Bajo dan Borobudur saja. Kempar juga sudah punya program Wondernesia di beberapa jaringan TV dunia seperti TLC, Discovery dan lainnya dengan host Nadya Hutagalung dengan melibatkan para Vlogger Asia. Semua ini adalah Digital marketing yang tentu saja tidak bisa setahun atau tahun depan bisa dinikmati hasilnya tapi bisa jadi 3-4 tahun mendatang," jelasnya dengan suara agak serak menandaskan perjuangannya berlatar profesional di bidang IT agar bisa dipercaya terus menjabat sebagai Menpar untuk mewujudkan strategi dan konsep yang ia canangkan tersebut.

Lanjut AY sampaikan bahwa tahun 2016, Kempar sudah menargetkan 12 juta kunjungan wisman dengan devisa yang dihasilkan diproyeksikan sebesar Rp. 172 Triliun dengan 260 juta perjalanan wisnus dengan uang yang dibelanjakan Rp. 223, 6 triliun sedangkan kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional diproyeksikan akan meningkat 5% dan jumlah lapangan pekerjaan yang diciptakan menjadi 11,7 juta tenaga kerja.

"Untuk itu tahun 2016, Indonesia akan mengikuti pameran di ITB Berlin, WTM London, WTM Dubai, CTM China, NATAS Singapore, MATTA Malaysia, JATA Jepang, Korea, Australia dan pameran pariwisata lainnya, selain sales mission ke sejumlah negara sementara kesiapan pariwisata nasional menyambut diberlakukannya MEA-Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016 antara lain dengan mempersiapkan 28 standar usaha pariwisata (7 standar usaha pariwisata sudah ditetapkan dalam Kepmen dan 21 diantaranya masih dalam draft) serta menyiapkan 1.500 auditor standar usaha pariwisata dengan fasilitasi Kemenpar  sertifikasi kompetensi tenaga kerja bidang pariwisata serta pendirian 12 lembaga sertifikasi profesi LSP bidang pariwisata," jelasnya mantap.

Indonesia butuh Country Branding
Untuk yang satu ini, AY mengajak media nasional untuk menjunjung pemberitaan positif untuk tiap peristiwa dunia dan musibah bencana alam.

Dari pengaruh akan perlambatan ekonomi global dan dampak dari penurunan harga minyak dunia serta fluktuasi mata uang yang sangat mempengaruhi tingkat kunjungan wisman.

"Apalagi didalam negeri, bencana alam seperti erupsi gunung berapi yang bertubi-tubi, mulai dari Gunung Raung Banyuwangi, Gunung Barujari Lombok, disusul erupsi Gunung Bromo di Jawa Timur. Media nasional harus banyak belajar dengan media Thailand yang selalu menjaga destinasi wisata mereka sehingga tetap tidak berimbas pada kunjungan wisman di negara tersebut. Saya siap mengajak media untuk belajar sampai ke Bangkok sehingga bisa melihat sendiri." paparnya yang disambut antusias media yang hadir dalam preskon akhir tahun beberapa waktu lalu.

Country Branding tentu saja berupaya mencitrakan Indonesia dengan sejuta destinasi yang indah dan keaneragaman budaya yang memiliki kerarifan lokal masing-masing sehingga pihak Kemenpar optimis Wondeful Indonesia bisa bersaing dengan negara ASIA lainnya.

Ditambahkan AY, apalagi Indonesia jadi finalist UNWTO Awards di 3 kategori dan memenangkan award destinasi wisata halal mengalahkan negara Islam lainnya sehingga Kemenpar akan fokus 2016 untuk membenahi infrastrukturnya.

Untuk itu, Menpar AY memang butuh waktu untuk mewujudkan itu semua yang ia ebut 3-4 tahun agar wisman naik signifikan sesuai semakin baiknya Country Brandingnya Indonesia di mata dunia.


Tahun 2016- Tahun Digital Tourism.......!