Di Balik 98; Jadi Film Pertama Yang Disutradarai Lukman Sardi

Di Balik 98; Jadi Film Pertama Yang Disutradarai Lukman Sardi

Djakarta Theater XXI, Thamrin, Jakarta, Kabarindo- Sontak romantisme dan perasaan haru biru menyergap redaksi saat 10 menit pertama.

Ada yang menarik saat aktris muda Chelsea Islan yang berperan sebagai Diana yang punya kakak sedang hamil dan bekerja di Istana Negara sementara sang kakak Ipar adalah Komandan pasukan yang sering mengamankan demonstrasi mahasiswa kala itu.

Kakak iparnya itu diperankan  oleh Donny Alamsyah seorang tentara yang sabar dan harus berhadapan dengan adik iparnya yang membencinya sementara itu Diana punya pacar dari pemuda keturunan yang diperankan oleh Boy William.

Mereka berdua adalah pemeran utama film Di Balik 98.

Chelsea membuat terperangah dan mencuri perhatian dengan bakat aktingnya yang luar biasa sehingga pantas saja Garin Nugroho meminangnya di film Bapak Bangsa Hos Cokroaminoto yang September tahun lalu syuting dan tentu saja ia sudah berperan apik sebagai Merry Riana.

Pantas saja, Chelsea yang dikenali dari serial sitkom di Net TV naik melambung sampai 4 tingkat dan diakui oleh sineas Lukman Sardi dan Kinoi sebagai Co Directornya  sementara Boy yang sukses beradu akting dengan Nirina Zubir di Comic 9 sudah lebih banyak bermain dalam film televisi serta drama sebagai mantan VJ acara musik di televisi terlihat lebih matang sebagai aktor tidak sekedar bintang film lagi.

"Saya beruntung bersama para filmaker dan timnya yang berjibaku membantu rintisan awal saya sebagai sutradara di film ini. Ini adalah film drama keluarga berlatar peristiwa politik kala itu tahun 1998. Mereka semua yang bekerja bersama-sama saya tak satupun melihat saya orang baru justeru itu yang membuat saya mendirect nyaman dan semua dapat saya lalui dengan tim yang solid," papar Lukman via WA beberapa waktu lalu bersama redaksi.

Film Di Balik 98 punya cameo yang sangat kuat, mulai dari bocah dari pemulung yang diperankan Tengku Rifnu Wikana yang kakinya pincang dan berlogat sebagai orang Tegal, Agus Kuncoro sebagai BJ Habibie, dan masih banyak lagi lainnya.

Film ini tergolong sukses membangun suasana haru cita dan optimisme bahwa ternyata memang reformasi yang sudah berlalu memasuki babak baru yang paling tidak pernah ada sejarah indah kala itu walau saat ini secara politis masih banyak kalangan yang masih belum puas tapi tetap saja film ini menghibur dan menyenangkan untuk ditonton oleh keluarga Indonesia.


Dont Miss It, mulai 15 Januari 2015.............!