Dewi Perssik; Ingin Donorkan Organ Tubuh

Dewi Perssik; Ingin Donorkan Organ Tubuh

Surabaya, Kabarindo- Ingin menolong sesama adalah niat yang mulia.

Menolong tidak harus dengan memberi uang, namun bisa dengan cara lainnya. Inilah yang ingin dilakukan artis Dewi Perssik. Ia ingin menolong sesama dengan mendonorkan organ tubuhnya jika meninggal kelak. Sayang keinginan ini tidak disetujui orang tuanya.

Mereka keberatan dengan alasan tak ingin nanti melihat jasad putri mereka tak utuh. Meski Depe, julukan Dewi Perssik, berupaya meyakinkan orang tuanya, mereka tetap tak setuju.

“Orang tuaku minta supaya aku memikirkan masak – masak sebelum mengambil keputusan dan meminta pendapat ahli agama dulu,” ujar artis yang terkenal dengan goyang gergaji ini saat promo film horor barunya di Surabaya pada Jumat (1/11).

Depe mengungkapkan, ia tergugah untuk mendonorkan organ tubuh setelah membintangi film Bangkit Dari Lumpur yang mengangkat isu tentang perdagangan organ tubuh manusia. Ia menyadari vitalnya organ tubuh bagi orang yang sangat membutuhkan karena suatu sebab, misalnya organ tersebut mengalami kegagalan fungsi seperti gagal ginjal.

“Setelah meninggal, jasad kita kan nggak ada gunanya lagi buat diri kita. Nanti akan jadi tanah. Nah, aku pikir alangkah baiknya jika kusumbangkan organ tubuhku untuk orang lain yang membutuhkan sehingga bisa menyelamatkan nyawanya. Ini kan termasuk amal ibadah. Tapi ya itu, orang tuaku tidak setuju. Jadi masih kupertimbangkan,” paparnya.

Menyadari pentingnya kesehatan, termasuk organ tubuh, Depe berupaya menjaga kesehatannya dengan baik. Toh ia sempat masuk UGD di sebuah rumah sakit di Surabaya ketika mempromosikan film barunya. Tampaknya karena jadwalnya padat sehingga kelelahan. Meski begitu, ia ingin tetap profesional dengan memenuhi kewajibannya. Ia menemui fans-nya saat nonton bareng dan menghadiri sebuah acara di tempat lain.

“Mungkin kecapekan. Aku sempat diinfus 2 botol. Syukurlah nggak sampai opname. Wah, pekerjaan bisa berantakan. Bisa batal ketemu fans dan mengisi acara lain,” jelas perempuan kelahiran Jember ini.

Depe harus menjalani syuting di lokasi bencana lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, yang panas terik dan berasap. Hal ini demi kedekatan emosi dan memperoleh ‘roh’ film tersebut. Untuk itu, ia dan para pemeran lainnya serta kru film harus memakai penutup hidung.

“Ini jadi tantangan tersendiri buatku dan rekan - rekan lain,” ujar perempuan bernama asli Dewi Muria Agung ini.

Depe mengaku sejak semula ingin bisa syuting di lokasi bencana lumpur. Ia  ingin memberikan dukungan dan semangat kepada para korban lumpur agar mereka bangkit dari kesedihan dan keputusasaan.

Demi totalitas perannya sebagai Shakira, seorang pole dancer (penari tiang), Depe juga harus menjalani syuting 8 jam non-stop menari tiang. Sebelumnya ia belajar pole dance dua hari.

“Keahlianku kan goyang gergaji. Jadi harus belajar pole dance sampai pintar. Syukurlah aktingku nggak mengecewakan,” ujarnya lalu tertawa.

Depe berharap Bangkit dari Lumpur disukai penonton. “Pokoknya, filmku ini seru. Kalau pingin tahu gimana aku jadi penari tiang, nonton aja,” promonya.