Dari Kain Jumputan Ghea Panggabean; Sampai Realisasi Room Of Hope RSCM Jakarta

Dari Kain Jumputan Ghea Panggabean; Sampai Realisasi Room Of Hope RSCM Jakarta

Cikini, Jakarta, Kabarindo- Anda pasti sudah mengenal baik desainer kondang dan terkenal cinta kain nusantara, Ghea Panggabean.

Tidak hanya Obin, Alm. Iwan Tirta atau desainer sekelas Chossy Latu. Ghea Panggabean adalah bunda dari sikembar Janna dan Amanda punya andil atas terciptanya Gelang Harapan dari sisa kain rancangannya.

Kain-kain indah dengan motif yang menarik dari tekstrur dan warna adalah bermula dari mimpi dan suatu 'harapan' kecil dari beberapa sahabat di bulan Oktober 2014 yang ingin membangkitkan solidaritas dan budaya menyumbang diantara masyarakat dan menyebarkan harapan di segala aspek dalam kehidupan melalui sebuah gelang yang dibuat dari sisa kain designer senior kebanggaan Indonesia, Ghea Panggabean yaitu Kain Pelangi Jumputan, dan Pelangi adalah simbol dari Harapan.

Terciptalah Gelang Harapan #BraceletofHOPE yang kemudian menjadi suatu 'Harapan Besar' dan Kenyataan karena energi positif dan sambutan dari semua relawan dan 'Warriors of Hope'(Pejuang Harapan).

Gerakkan @gelangharapan berkomitmen untuk terus menyebarkan "Harapan", berawal khususnya kepada pejuang kanker dan keluarganya, dan di tahun-tahun mendatang "Harapan" di segala aspek dalam Kehidupan.

Janna & Amanda menggandeng aktor cerdas dan cantik, Wulan Guritno mempersembahkan Gerakan Gelang Harapan yang bermuara pada siapnya dirilis sebulan mendatang, Film inspiratif berjudul I Am Hope.

Redaksi beruntung mendapat statement dari bunda Ghea dari Janna dan Amanda.

"Saya sangat cinta Kain dan motif kain Indonesia yang begitu beragam dan kedua makin cinta lagi karna ternyata bisa membantu banyak pasien dan juga secara tidak langsung orang yang membeli /memakai gelang ini dapat lebih mengenal aneka motif kain Indonesia," ulas Ghea sebagaimana WA yang diteruskan oleh puterinya.

Lanjut bunda Ghea sampaikan bahwa ia tentu saja sangat senang hati mau memberikan sisa kainnya kepada kedua putrinya Amanda dan Janna bersama sahabat mereka Wulan Guritno. Ia bersyukur karena Tuhan menunjukkan jalan bisa melihat teman-teman, saudara-saudara saya yang punya harapan

"Tadinya tentu saya senang karena kain saya di daur ulang menjadi sesuatu produk daripada dibuang begitu saja.
 Makin bangga karena peruntukkannya untuk kegiatan sosial untuk membantu para penderita kanker, jadi secara tidak langsung dari saya, wah saya jadi sangat bangga.
Apalgi sekarang ....bangga campur terharu melihat perkembangan yg terjadi dari gelang harapan sampai akhirnya ada ruang (Room of Hope) di RSCM Jakarta, dimana nantinya pasien kanker dan keluarga yang tidak mampu dapat belajar membuat gelang dan mendapatkan penghasilan dari sana. Dari mereka untuk mereka.  Saya salut pada komitmen Amanda, Janna dan Wulan dalam terus mengembangkan gerakan ini, saya
salut," jelasnya mantap.