Dansatgas Konga XXXV-A; Sambangi Dansektor Barat

Dansatgas Konga XXXV-A; Sambangi Dansektor Barat

Jakarta, Kabarindo- Sebanyak 800 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Komposit (Satgas Yon Komposit) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-A/Unamid (United Nations Mission In Darfur), beberapa waktu lalu telah tiba di Bandara El Geneina Darfur-Sudan. 

Satgas ini merupakan misi pertama Battalyon TNI untuk Darfur-Sudan, dan akan mengemban tugas selama satu tahun sebagai pasukan pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
 
Setibanya di Darfur, Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid yang dipimpin oleh Letkol Inf Herry Subagyo sebagai Komandan Satgas (Dansatgas), melakukan kunjungan ke Komandan Sektor (Dansektor) Barat Unamid Brigjen Nikiema Blaise, di Markas Sektor Barat Unamid, Elginena Darfur, Minggu (1/3/2015).
 
Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas Konga XXXV-A/Unamid Letkol Inf Herry Subagyo, memperkenalkan profile tentang Satuan Tugas Batalyon Komposit TNI serta memperkenalkan kebudayaan maupun adat istiadat yang ada di Indonesia.
 
Selaku Komandan Sektor Barat, Brigjen Nikiema Blaise menyambut dengan baik kedatangan Satgas Yon Komposit TNI untuk bergabung dengan Unamid serta pemberian ucapan apresiasi serta selamat datang karena Kontingen Garuda XXXV-A/Unamid merupakan Satgas pertama yang diterima mendaratkan pesawat UN di Elgenina Darfur-Sudan.
 
”Kami telah lama menunggu kedatangan Satuan Tugas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda XXXV-A/Unamid. Saya yakin dan berharap pasukan Indonesia dapat memberikan partisipasi terbaiknya pada misi PBB di Darfur ini”, ungkap Brigjen  Nikiema Blaise.
 
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Dansatgas Konga XXXV-A/Unamid Letkol Inf Herry Subagyo yang didampingi oleh Wakil Komandan Satgas Mayor Inf Yuswanto serta para perwira Staf dan Komandan Kompi, memberikan cindera mata kepada Komandan Sektor Barat Brigjen  Nikiema Blaise, dalam mengawali partisipasi pasukan Indonesia di Darfur-Sudan.
 
Satgas Yon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid yang berjumlah 800 Prajurit TNI tersebut, terdiri dari : 650 dari TNI AD, 100 dari TNI AL dan 50 dari TNI AU, akan melaksanakan mandat pemeliharaan perdamaian berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1769 tahun 2007.