DKI Beri Anugerah Budaya 2013; Untuk Seniman Betawi

DKI Beri Anugerah Budaya 2013; Untuk Seniman Betawi

Jakarta, Kabarindo- Pemprov DKI Jakarta memberikan Anugerah Budaya Tahun 2013 kepada seniman, grup kesenian, budayawan, pemerhati seni, pemerhati bangunan cagar budaya, dan pemilik atau pengelola bangunan cagar budaya.

Pemberian penghargaan tersebut dilakukan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, serta diberikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Gelaran acara tersebut merupakan kegiatan rutinan yang dilakukan setiap dua tahun sekali.

"Kegiatan ini tentu saja untuk mendorong pelaku seni, pemilik bangunan cagar budaya, dan pemerhati seni budaya, terutama para penerusnya untuk memiliki dedikasi yang tinggi dan terus menekuni apa yang digeluti," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, Jumat (27/12).

Tujuannya adalah untuk memberikan penghargaan atas karya-karya dan dedikasi dalam menekuni seni budaya. Hal itu dilakukan agar lebih dikenal dan diakui oleh masyarakat.

Arie mengatakan, penjaringan dan seleksi calon penerima penghargaan telah dilaksanakan sejak September 2013. Penghargaan tersebut akan diberikan kepada 6 orang seniman, 4 kelompok atau lembaga seni budaya, 2 orang budayawan, 2 orang pemerhati seni budaya, dan 2 orang pengelola atau pemilik bangunan cagar budaya.

Keenam orang seniman tersebut adalah H. S Sanusi (Babe Uci), guru besar Perguruan Silat PPS Putra Betawi; Nendra WD, seniman teater/lenong; Muhammad Taufiq, seniman keroncong; Hj. Nori, pemain dan pembina topeng Betawi; H. Mursyidi, seniman rebana biang; dan Ade Darmawan, seniman seni rupa.

Dari kategori grup kesenian adalah Sanggar Galeri Betawi pimpinan Ahmad Sibli, Orkes Keroncong Bandar Jakarta pimpinan H. Yoyo Muchtar, Pangker Grup (Topeng Blantek) pimpinan Marhasan, dan Sanggar Tari Novi pimpinan Novianti.

Kategori budayawan adalah Prof. Dr. Yasmine Zaki Shahab dan Abduh Azis. Kategori pemerhati seni adalah Dr. Tuti Tarwiyah dan Hj. Emma Agus Bisrie. Kategori pemerhati BCB adalah Ella Ubaidi dan Martono Yuwono. Kategori BCB adalah Gedung PLN di Jalan M. Ridwan Rais nomor 1, Jakarta Pusat, dan rumah tinggal Ibu Satuti Yamin di Jalan Diponegoro nomor 10, Jakarta Pusat.

"Para penerima penghargaan ini sebelumnya telah dinilai oleh tim pengamat yang berasal dari unsur Akademi Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta, Badan Kerja Sama Kesenian Indonesia Nasional dan Provinsi DKI Jakarta, dan beberapa badan lainnya. Penghargaan diberikan dalam bentuk trophy, piagam penghargaan, dan uang pembinaan," katanya seperti dilansir dari laman beritasatu.