Crown Sydney; Akomodir Kekurangan Perumahan Di Sydney

Crown Sydney; Akomodir Kekurangan Perumahan Di Sydney

Surabaya, Kabarindo- Perusahaan properti Indonesia yang berbasis di Australia, Crown Group, sedang menggarap Crown Sydney yang berlokasi di jantung kota besar ini.

Proyek apartemen berlantai 25 senilai Rp. 2,5 triliun ini diperkirakan selesai pada 2017. Berlokasi di 161 Clarence Street, Sydney, dekat hotspot wisata seperti Sydney Opera House, Barangaroo dan Darling Harbour.

Menurut CEO Group Crown, Iwan Sunito, pembangunan Crown Sydney bertujuan mengakomodasi kebutuhan perumahan yang meningkat pesat di Sydney. Kekurangan pasokan perumahan di kota terbesar di Australia ini terus meningkat akibat urbanisasi penduduk Australia serta kedatangan warga Indonesia yang bekerja dan belajar disini.

“Untuk menjawab kebutuhan tersebut, kami membangun Crown Sydney yang segera mendapatkan ribuan permintaan sejak pendaftaran dibuka pada Maret lalu,” ujarnya pada Selasa (23/9/2014).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Global Health Observatory memprediksi pada 2050, sekitar 75% populasi dunia akan tinggal di kota. Angka ini naik dari 54% pada 2014 dan 34% pada 1960.

Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal dan kurangnya pasokan hunian di perkotaan di Australia dibahas dalam Bloomberg Economic Summit di Sydney baru-baru ini yang dihadiri lebih dari 150 pemimpin bisnis, media dan pemerintah.

Head of Financial Stability Reserve Bank of Australia (RBA), Luci Ellis, mengatakan kawasan perkotaan telah menjadi magnet yang besar dalam beberapa tahun terakhir karena memiliki banyak kelebihan.
Iwan mengatakan, pergeseran global dalam cara hidup masyarakat akan terus mendorong permintaan terhadap perumahan di Sydney.

"Ada perubahan dalam gaya hidup masyarakat untuk dekat dengan pusat pendidikan, pekerjaan, perbelanjaan dan transportasi yang mudah," ujarnya.