Crown Prince Hotel; Targetkan Okupansi Di Atas 74 Persen

Crown Prince Hotel; Targetkan Okupansi Di Atas 74 Persen

Surabaya, Kabarindo- Crown Prince Hotel menargetkan okupansi pada tahun ini di atas 74%. Target ini dilontarkan oleh General Manager Crown Prince, Yanrio Marpaung.

“Tahun ini saya targetkan okupansinya di atas 74%, naik dari 65% pada 2014,” ujarnya dalam perayaan HUT pertama Crown Prince pada Selasa (31/3/2015).

Yanrio optimistis target tersebut akan tercapai, bahkan bisa melampaui, karena Crown memiliki keunggulan sebagai hotel bisnis bintang 4 yang terletak di pusat kota Jl. Basuki Rahmat di kawasan bisnis, dekat pusat pemerintahan maupun perkantoran serta dekat stasiun kereta api.

Pada kesempatan tersebut, Yanrio menerima plakat dari Lembaga Sertifikasi Usaha yang menyatakan Crown telah lulus sertifikasi. Artinya layak menyandang predikat sebagai hotel bintang 4 karena memenuhi persyaratan.

Menurut Yanrio, proses untuk memperoleh sertifikasi tersebut berlangsung sekitar 3 bulan. Kriteria penilaian diantaranya hotel memiliki lebih dari 150 kamar dengan fasilitas lengkap serta fasilitas pendukung seperti kolam renang, fitness center dan spa.

Ia menyebutkan, Crown memiliki 211 kamar yang terdiri dari 165 kamar standar dan 46 kamar executive. Kamar memberikan kontribusi pendapatan terbesar yaitu 62%, disusul dari F&B sebesar 25%, sisanya disumbang oleh pemasukan lain-lain.

Yanrio optimistis, pendapatan Crown akan terus meningkat sebagaimana target okupansi yang ditetapkan tahun ini. Ia tak khawatir menghadapi persaingan ketat di industri perhotelan dengan hadirnya hotel-hotel baru, terutama hotel bujet yang juga berada di pusat kota.

“Saya tidak khawatir karena pangsa hotel bujet dan bintang 3 berbeda dengan bintang 4. Fasilitas kami lebih lengkap dibandingkan fasilitas yang mereka miliki. Kami juga menonjolkan pelayanan agar tamu benar-benar merasa nyaman,” ujar Yanrio.

Crown membidik tamu lokal dan segmen pebisnis yang kebanyakan dari Jakarta dan luar pulau yang datang ke Surabaya untuk urusan bisnis. Sebagian mereka menginap beberapa hari. Bahkan saat ini ada 20 kamar yang sudah sebulan ditinggali long stay guest dari Jepang, Taiwan dan Jerman.