Coke Kicks Makassar; Sukses Di Gelar

Coke Kicks Makassar; Sukses Di Gelar

Makassar, Kabarindo- Olahraga sepakbola, tanpa diragukan lagi, adalah salah satu olahraga kegemaran rakyat Indonesia.

Menurut data Nielsen tahun 2013, ada sekitar 120 juta orang di Indonesia setiap tahunnya yang menonton siaran sepakbola melalui televisi.

Sayangnya, kegemaran akan sepakbola ini tak berbanding lurus dengan tumbuhnya bibit-bibit pemain bola baru di Indonesia.
Mantan pelatih nasional U-23, Rahmad Darmawan juga memiliki pandangan yang serupa. Menurut Rahmad, anak-anak di Indonesia memiliki semangat yang tinggi dalam bermain sepakbola, namun tidak didukung secara penuh dengan pelatihan yang memadai. Atas dasar inilah, sejak tahun 2011, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) menggelar Coke-Kicks –program pelatihan sepakbola profesional satu hari—di seluruh Indonesia yang didesain untuk membangun fondasi perkembangan dasar anak-anak dalam bermain dan berlatih sepakbola.
Bekerja sama dengan Asian Soccer Academy (ASA) Foundation sejak tahun 2011, Coke Kicks memberikan kesempatan bagi anak-anak dari masyarakat sekitar untuk mengikuti pelatihan profesional sepakbola ini dan menciptakan momen yang tidak terlupakan. Menggunakan olahraga sebagai alat untuk mempromosikan gaya hidup aktif dan sehat, program sepakbola grassroot ini telah melibatkan lebih dari 7,000 anak dan 450 pelatih di 280 desa di wilayah operasi CCAI dari Aceh ke Papua.
Hari ini, Coke Kicks diadakan di Gelora Hasanuddin, Makassar dan diikuti oleh 200 peserta yang terbagi dalam 10 tim. Turut menghadiri pembukaan Coke Kicks Makassar antara lain manajemen CCAI, Eko Darmawan selaku perwakilan dari ASA Foundation, serta Danny Pomanto, Walikota Makassar.
Selama pelatihan, anak-anak diberikan modul seperti passing, ball controlling, dribbling, turning dan shooting yang diakhiri dengan pertandingan antar tim. Rahmad mengatakan bahwa modul ini penting untuk mengembangkan kemampuan dasar anak-anak dalam bermain sepakbola. “Passing, ball controlling, dribbling, turning dan shooting akan menjadi kemampuan dasar saat mereka memutuskan untuk menjadi pemain sepakbola profesional,” jelasnya.
“Coke Kicks merupakan salah satu bentuk dari komitmen Coca-cola dalam mendukung pengembangan bakat dalam bidang sepakbola di Indonesia. Sebelum menuju kompetensi, membentuk kebiasaan bermain dan berlatih sepakbola yang tepat juga sangat berperan dalam usaha menumbuhkan bakat-bakat di masa depan. Coke Kicks membantu mengubah cara anak-anak Indonesia dan pelatih mereka bermain dan berlatih. Setelah mengikuti Coke Kicks, diharapkan mereka dapat bermain sepakbola dengan cara yang lebih profesional,” ujar Wilson Siahaan, Head of Corporate Affairs, Coca-Cola Amatil Indonesia.
Saat ini, ASA sedang menyeleksi 16 pemain Coke Kicks of the Year terbaik untuk kemudian dikelompokan sebagai Coke Kicks Elite Team. “Konsepnya adalah untuk memberikan kesempatan pada PSSI untuk meyeleksi dan menilai kemampuan para pemain ini sehingga kedepannya dapat diikut sertakan dalam tim nasional,” ujar Lee Hawkins, Director, Asian Soccer Foundation (ASA). CCAI percaya bahwa para pelatih juga memainkan peranan penting dalam perkembangan sepakbola Indonesia di masa mendatang, oleh sebab itu dalam Coke Kicks juga terdapat sesi ‘Train the Trainer’ dimana ASA memberikan beberapa modul pelatihan seperti life skill dan modul perencanaan pelatihan.

Tahun ini, Coke Kicks 2014 akan memberikan pelatihan kepada 2.800 anak dan 140 pelatih di 14 kota termasuk Bekasi, Bandung, Bali, Medan, Lampung, Padang, Aceh, Surabaya, Jogjakarta, Banjarmasin, Semarang, Ambon, Papua dan Makassar –yang menjadikan Coke Kicks sebagai salah satu program edu-sport terbesar di Asia. Setelah Makassar, selanjutnya Coke Kicks akan diadakan di Surabaya, Ternate dan Manokwari.