Cangkang Telur; Bisa Jadi Pupuk Kaya Kalsium

Cangkang Telur; Bisa Jadi Pupuk Kaya Kalsium

Surabaya, Kabarindo- Pengelolaan sampah organik sebagai pupuk kompos selama ini kebanyakan masih berasal dari tumbuhan, padahal sampah dapur organik pun bisa dimanfaatkan.

Karena itu, lima mahasiswa ITS dari Fakultas Teknologi Industri (FTI) memberikan kontribusi untuk memperbaiki pengelolaan sampah tersebut melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2015 ini. Mereka adalah Niki Entruly, Aisyah Dewi Muthi'ah, Lintang Delia Putri, Redhian Yoga Putranto dan Moch Ilham Riswanda.

Diawali ketertarikan mereka program Eco Campus di ITS yang akhirnya berbuah hasil karya dengan judul “FOR-EGGS: Mesin Pembuat Water-Soluble Calcium sebagai Solusi Pengelolaan Limbah, Niki dan kawan-kawannya menciptakan alat pengolah cangkang telur menjadi pupuk.

Niki menjelaskan, FOR-EGGS merupakan mesin pengolah limbah cangkang telur menjadi water soluble calcium yang berguna untuk pertumbuhan tanaman. Sistem kerjanya ada dua, yakni sistem kerja penggilingan kopi sebagai penghancur cangkang dan heater sebagai pengering cangkang telur.

“FOR-EGGS dibuat untuk membantu pengolahan limbah cangkang telur dan hasilnya yang berupa water soluble calcium yang dapat menjadi suplai nutrisi kalsium,” ujarnya pada Rabu (24/6/2015).

Ada dua program Eco Campus yang membuat mereka tertarik untuk mengevaluasi, yaitu composting center dan urban farming. Program composting center ditujukan untuk mengolah sampah dari kegiatan akademik dan non-akademik di lingkungan ITS.

Salah satu sampah dapur organik di lingkungan ITS adalah cangkang telur. Padahal 97% kandungan kalsium dalam cangkang telur berpotensi menjadi bahan untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit layu Fusarium. Selain itu, kandungan kalsium dalam cangkang telur dapat dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan tanaman, seperti padi dan tomat.

“Sampah dapur organik di lingkungan ITS seperti di kantin ITS masih belum dimaksimalkan selama ini,” ujar Niki, ketua tim.

Karya mereka juga bermanfaat untuk program Eco Campus Urbang Farming yang memanfaatkan sejumlah lahan kosong di lingkungan kampus ITS untuk ditanami tanaman organik. Salah satunya tomat. Kebutuhan kalsium tanaman tomat tersebut dapat dipenuhi dari hasil pengolahan cangkang telur yang kaya kalsium.

Karya kelima mahasiswa tersebut menuai pujian. Menurut pihak pengelola ITS Urban Farming, alat tersebut berpotensi mengurangi biaya pengeluaran pupuk di Urban Farming dan membantu peningkatan kualitas produk. Nantinya jika dapat menggandeng sentra makanan di sekitar ITS untuk pegumpulan cangkang telur, maka diharapkan semakin banyak pihak yang dapat diuntungkan dari produksi water soluble calcium tersebut.