Cancer Day is Today; 04 Februari Cegah Kanker

Cancer Day is Today; 04 Februari Cegah Kanker

Jakarta, Kabarindo- Kanker merupakan salah satu penyumbang utama angka kematian pada wanita.

Kanker payudara, kanker serviks, dan juga kanker ovarium di antaranya merupakan jenis kanker yang sering diderita oleh wanita di Indonesia.

Banyak mitos yang beredar mengenai penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang yang berpengaruh pada peningkatan risiko kanker. Benarkah hal tersebut?

Deputy GM Family Planning & Reproductive Health DKT Indonesia yang juga membawahi Kontrasepsi Andalan, Basuki Dwi Harjanto menjelaskan “Mitos mengenai pengaruh antara kontrasepsi hormonal dengan peningkatan risiko kanker tidak seluruhnya benar. Sampai saat ini belum ada studi yang adequate untuk menjelaskan hal tersebut. Pada dasarnya, risiko kanker akan meningkat pada wanita yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga-nya, serta tidak menjaga pola hidup sehat”.

“Studi menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi justru akan meningkatkan kesehatan seorang wanita, dengan beberapa manfaat di antaranya mengurangi risiko kanker ovarium, mengurangi jerawat, mengurangi risiko endometriosis, serta membantu mengurangi anemia” lanjut Basuki menambahkan.

Tingkat hormon estrogen dan progestin wanita yang tinggi memang dapat memicu pertumbuhan dari sel kanker. Akan tetapi, kanker dipicu oleh hal yang kompleks dan multi faktor tidak hanya dari satu sumber saja. Selain itu, pada saat ini kontrasepsi hormonal yang memiliki kadar estrogen tinggi sudah tidak dipasarkan lagi mulai tahun 1980an. Sehingga kontrasepsi hormonal yang ada dipasaran saat ini sudah mengandung kadar hormon yang rendah dan aman untuk digunakan.

Berikut panduan dalam memilih metode kontrasepsi yang aman serta dapat membantu Anda mengurangi risiko kanker:
•    Apabila ingin menggunakan kontrasepsi hormonal berupa pil KB, pilih yang memiliki kandungan hormon baik estrogen maupun progrestin rendah seperti Andalan Laktasi yang aman bagi ibu menyusui atau Andalan FE bagi wanita aktif untuk membantu mengganti kekurangan zat besi pada saat menstruasi. Estrogen idealnya berkisar antara 0,03 mg ethinylestradiol dan untuk progrestin berkisar 0,15 mg levonorgestrel atau 0,5 mg linestrenol.
•    Apabila memilih menggunakan IUD, pilih IUD non hormonal seperti  IUD Andalan TCu 380A Safe Load atau IUD Silverline. Selain efektif dan efisien, metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD tidak mempengaruhi produksi serta kualitas ASI, sehingga aman digunakan bagi ibu menyusui
•    Pahami dulu karakter tubuh Anda sebelum memilih kontrasepsi dan kenali dominasi hormonal pada tubuh Anda

“Pada dasarnya efek penggunaan kontrasepsi berbeda-beda pada setiap wanita. Oleh karena itu, untuk mengetahui metode kontrasepsi yang benar-benar tepat, harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter obsgyn maupun bidan, yang dapat menentukan kriteria kelayakan medis penggunaan metode kontrasepsi bagi Anda berdasarkan faktor genetik dan gaya hidup” Tutup Basuki.

Selain dari segi kesehatan, faktor kualitas, keterjangkauan dan kenyamanan juga perlu dipertimbangkan sebelum Anda memilih untuk menggunakan alat kontrasepsi.