CSR PT. Pertamina (Persero); Hadirkan Filter Air Bersih

CSR PT. Pertamina (Persero); Hadirkan Filter Air Bersih

Ciliwung, Jakarta, Kabarindo- Sungai Ciliwung merupakan salah satu sungai penting di wilayah DKI Jakarta yang memiliki sejarah panjang.

Sungai yang membentang hampir sepanjang 120 km dan dengan luas 387 km persegi, dahulu hingga sekarang menjadi sumber kehidupan masyarakat kota Jakarta.

Sungai Ciliwung, selain sebagai barometer pertemuan arus pembuangan air, baik air dari sisa limbah maupun air hujan, adalah juga merupakan bagian sentralisasi kebutuhan air dari kehidupan masyarakat kota Jakarta yang tidak dapat dipisahkan.

Di awal tahun 2016 ini, Pertamina melalui Fungsi CSR-nya dan program Kemitraan area Jawa Bagian Barat serta bekerjasama dengan KODIM 0505/Jakarta Timur, mempunyai terobosan inovasi terbaru dalam penyediaan air bersih dengan membangun fasilitas Filter Air Bersih di Sungai Ciliwung yang berlokasi di jalan Ciliwung, Kelurahan Bidaracina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Pembangunan Filter Air Bersih ini sendiri dikerjakan oleh tenaga dari TNI KODIM 0505/ Jakarta Timur dan fasilitas ini dikerjakan dengan memakan waktu kurang lebih selama 1 bulan dan telah dirampungkan pada akhir bulan Desember 2015.

Inovasi ini sebelumnya telah ada di wilayah Bidara Cina yang mana warga setempat telah memiliki empat keran air penyulingan yang berada di RW 02, namun ternyata dirasa kurang mengakomodir kebutuhan yang ada, karena terlihat warga kerap mengantre.

Untuk lebih memudahkan kebutuhan akan air bersih tersebut, warga Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Kodam Jaya dalam hal ini Kodim 0505/Jakarta Timur bersama Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina kemarin, menambah tangki penyulingan air yang siap untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi warga setempat yang diambil dari air Kali Ciliwung dan air tersebut melalui proses yang ada, dapat langsung diminum atau dikonsumsi bagi masyarakat setempat.

Komandan Kodim 0505/Jakarta Timur Letkol Bagus Tri Wibowo mengatakan, dengan adanya penambahan alat penyulingan air ini dinilai dapat membantu masyarakat. Sebab warga tak perlu susah-susah memasak lagi air tersebut, namun bisa langsung dikonsumsi dari keran yang tersedia, ujarnya pada kegiatan acara peresmian bantuan alat penyaringan air bersih sungai Ciliwung untuk warga Bidaracina dan sekitarnya.

"Kita menyediakan alat penyulingan air ini untuk bantu masyarakat yang mana warga dalam memenuhi kehidupan sehari-hari,  paling tidak bisa irit pengeluaran. Kalau sebulan isi galon bisa Rp 300 ribu, dengan tersedianya fasilitas ini, warga bisa jadi 0 pengeluaran," ujar Bagus Tri Wibowo saat berbincang dengan rekan di lokasi.

Komandan Kodim 0505/Jakarta Timur juga menuturkan bahwa dengan adanya air siap minum ini membuat warga lebih peduli pada kebersihan sungai. Jika selama ini warga gemar membuang sampah di sungai, dengan adanya tangki penyulingan air warga bisa berpikir dua kali untuk membuang sampah.
"Dari sungai kita ingin berikan warga pembelajaran terkait budaya buang sampah, selain dapat mengganggu kesehatan apabila buang sampah sembarang, juga akan menciptakan bencana bagi kehidupan kita bersama, padahal sungai jadi sumber kehidupan mereka sendiri. Rencananya fasilitas inovasi ini nanti akan dibuat di beberapa titik, jadi bukan hanya di sini saja," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Bagus Tri Wibowo sempat menjelaskan bagaimana kemampuan dan proses penyulingan tersebut, yang mana kapasitas tangki dan proses penyulingan air tersebut dapat memproduksi air bersih sekitar empat hingga lima liter per menit dengan daya tampung mencapai 1.500 liter. Cara penyulingannya pun mudah, dimana air yang belum layak diminum tersebut akan diproses melalui tahap filtrase yang terdiri dari karbon aktif yang kemudian akan disaring melalui membran ultra filtrase dan diolah dengan proses reserve osmosis. Usai penyulingan, awalnya akan dites kualitas dan kelayakan untuk siap dikonsumsi, jelasnya.
"Dengan hasil uji lab, mutu air yang dihasilkan harus sesuai Permenkes tahun 2010 tentang kualitas air minum," pungkasnya.

Pada kegiatan acara ini, hadir pula Lurah dan Camat setempat dan warga yang menyaksikan kegiatan sosial ini.

Pada kesempatannya Camat Jatinegara, Budi Setiawan mengaku terbantu dengan adanya penambahan penyulingan air Kali Ciliwung ini.
Namun menurutnya kendala yang dihadapi warga adalah soal perawatan. "Pengadaan air minum ini gratis tapi perlu dirawat karena penyulingan harus diganti berapa bulan sekali. Nah perawatan ini yang perlu biaya. Nanti kita akan berkoordinasi dengan RW dan juga lurah," ujarnya.

Dalam waktu yang sama, Vice President CSR Pertamina, Kuswandi menjelaskan kepada rekan media terkait kegiatan sosial ini, dimana kerja sama penyulingan air bersih ini merupakan program pertama Pertamina soal air bersih dan pihaknya setelah suksesnya program kegiatan disini akan melakukan evaluasi untuk melanjutkan program serupa di beberapa titik lainnya, ujarnya. Disamping itu pula Pertamina juga turut memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kebersihan.
"Kita ingin membantu masyarakat agar sadar dengan tidak membuang sampah sembarangan di kali. Air kalinya kan mereka konsumsi juga," imbuhnya sambil memperhatikan situasi acara yang sedang berlangsung.

Warga sekitar sendiri merasa terbantu dengan adanya fasilitas ini.
"Fasilitas ini buat kami sangat membantu, disamping menghemat pengeluaran kami, kami juga terbantu dengan kebutuhan air bersih, ujar Amir salah satu warga setempat saat dijumpai rekan media Kabarindo.com di lokasi. Dan kami warga juga menyadari akan pentingnya sumber air bersih ini, oleh karena itu kami tidak akan membuang sampah sembarang dan dengan tersedianya fasilitas ini kami berterima kasih sekali, tuturnya bersahaja.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region III, Jumali pada akhir kegiatan ini menyampaikan kepada warga setempat agar selanjutnya fasilitas ini dapat dirawat, dikelola dan dijaga dengan baik, supaya alat penyaringan ini senantiasa dapat beroperasi dengan baik pula dan awet, harapnya kepada warga Bidaracina dan sekitarnya.