CSR Bali Marathon; BII Dukung Pemberdayaan Ekonomi Komunitas Penyandang Disabilitas

CSR Bali Marathon; BII Dukung Pemberdayaan Ekonomi Komunitas Penyandang Disabilitas

Bali, Kabarindo– Sebagai bagian dari rangkaian penyelenggaraan lomba lari internasional BII-Maybank Bali Marathon (BMBM) 2015, PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) melaksanakan kegiatan corporate social responsibility (CSR) di Gianyar, Bali. 

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung satu hari menjelang pelaksanaan BMBM ini, dipusatkan di Balai Budaya Gianyar, dengan dipimpin Presiden Direktur BII Taswin Zakaria beserta jajaran Direksi dan Komisaris BII dan dihadiri perwakilan pejabat pemerintah daerah Gianyar, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ketut Suwerta, Deputi Direktur BI Kabupaten Gianyar.

Pada tahun ini CSR difokuskan bagi pemberdayaan ekonomi komunitas penyandang disabilitas dan melanjutkan dukungan pendidikan bagi masyarakat Gianyar.

Di bidang pemberdayaan komunitas penyandang disabilitas diwujudkan dengan memberikan dukungan dana kepada Pusat Disabilitas Bali. Penyerahan bantuan dana operasional diberikan langsung oleh Presiden Direktur BII Taswin Zakaria didampingi oleh segenap Direksi dan Komisaris BII kepada Direktur Pusat Disabilitas PUSPADI (Pusat Pelayanan Disabilitas) Bali, Nengah Latra. Selanjutnya dukungan dana ini akan digunakan sebagai modal kerja untuk meningkatkan produktivitas mereka dalam membuat kursi roda dan kaki palsu.  Dari peningkatan pendapatan yang diperoleh diharapkan lebih jauh dapat meningkatkan taraf hidup komunitas para penyandang disabilitas. 

Selain itu, dukungan dana juga diberikan untuk pengadaan mobil operasional yang akan memudahkan mobilitas para penyandang disabilitas, termasuk dalam mendistribusikan hasil produksi mereka.

Pada ajang BMBM 2015, sebanyak 40 penyandang disabilitas juga akan mengikuti lomba lari kursi roda sejauh 5 km (5K) sehingga mereka juga dapat merasakan langsung atmosfer lomba lari marathon internasional.  Ajang lomba lari kursi roda 5K telah menjadi agenda tetap dalam penyelenggaraan BMBM sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012.

Sementara di bidang pendidikan, BII melanjutkan dukungan pendidikan bagi masyarakat dengan memberikan bantuan perangkat seragam sekolah (topi, dasi, baju, rok /celana seragam, ikat pinggang, kaos kaki, sepatu ) kepada 300 pelajar SMP dan SMA yang berasal dari keluarga pra-sejahtera di tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Gianyar.

”CSR BII Berbagi, baik di bidang pemberdayaan komunitas dan pendidikan, di Gianyar selaras dengan misi kami, humanising financial services, khususnya untuk berada di tengah masyarakat. Pelaksanakan CSR secara berkelanjutan sejak BMBM pertama kali diselenggarakan sudah menjadi bagian dari upaya positif kami untuk turut berbagi dalam upaya pengembangan komunitas di Gianyar.  Pada tahun-tahun sebelumnya, kami juga telah melaksanakan inisiatif kegiatan CSR untuk mendukung olah raga, kesehatan masyarakat dan pendidikan,” jelas Taswin.

Di bidang pelestarian lingkungan, BII-Maybank juga memberikan dukungan penghijauan kepada Kabupaten Gianyar, berupa bibit kelapa cengkir yang diserahkan secara simbolik oleh Presiden Direktur BII Taswin Zakaria kepada Ketut Suwerta, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Gianyar. ”Kelapa Cengkir merupakan salah satu tanaman yang paling berharga bagi kami, masyarakat Bali. Karena janur kelapa ini kami gunakan untuk pelaksanaan upacara agung yadna, salah satu upacara penting bagi orang Bali.” jelas Ketut.

CSR BII Berbagi juga menjadi bagian dari upaya BII untuk mendekatkan diri,  bersinergi dengan masyarakat Gianyar dalam memberikan dukungan dan mengambil bagian pada penyelenggaraan event BMBM.  Dukungan masyarakat Gianyar diwujudkan dengan partisipasi setiap desa dengan berlomba memperlihatkan lingkungan yang bersih serta menampilkan pertunjukan kesenian daerah yang atraktif di sepanjang rute marathon.   Dukungan anak-anak sekolah yang senantiasa memberikan semangat kepada para peserta lomba ditambah indahnya pemandangan alam melengkapi ciri khas Bali Marathon, sebagai marathon dengan pesona alam dan budaya, yang membedakannya dengan marathon-marathon internasional lainnya.