Brightfuture Volunteer Day: Ajak Masyarakat Jadi Relawan

Brightfuture Volunteer Day: Ajak Masyarakat Jadi Relawan

Surabaya, Kabarindo- Sebanyak 150 relawan memberikan edukasi kepada ratusan siswa sekolah dasar di Surabaya pada Senin (15/12/2014).
 
Mereka adalah relawan Brightfuture Volunteer Day yang diadakan PT Unilever Indonesia Tbk. yang mengajak masyarakat berpartisipasi untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya sanitasi kepada anak-anak SD.
 
Edukasi dilakukan di sekolah dasar di Makassar pada 13 Desember, kemudian di Jakarta dan Surabaya pada 15 Desember, selanjutnya di Jogja pada 17 Desember lusa, disusul di Medan pada 19 Desember. Di Surabaya edukasi diadakan di SDI Al-Mufidah, SDN Kalirungkut 1, SDI Iskandar Said dan SDI Saroja.
 
Terdapat 800 relawan yang tersebar di 5 kota yang berasal dari berbagai latar belakang. Mereka telah dibekali pelatihan mengenai materi tentang sanitasi agar dapat memberikan edukasi secara efektif dan mengemasnya dengan cara yang menyenangkan sehingga mudah dipahami dan diterapkan dalam keseharian siswa. Materi ini termasuk tentang menjaga kebersihan dan kesehatan seperti cara mencuci tangan dan menggosok gigi dengan benar serta menjaga kebersihan toilet.

Program Manager of Health Wellbeing and Nutrition PT Unilever Indonesia Tbk., Waila Wisjnu, mengatakan Brightfuture Volunteer Day merupakan salah satu rangkaian kegiatan Project Sunlight Dukung Masa Depan Sehat yang diluncurkan pada November lalu.
“Kegiatan ini merupakan bukti nyata dukungan masyarakat yang peduli terhadap kondisi sanitasi di Indonesia,” ujarnya di SDN Kalirungkut 1 Surabaya.

Unilever mengajak masyarakat berpartisipasi menyalurkan dukungan melalui berbagai cara seperti melihat video inspirasional, menulis ide atau menyebarkan cerita yang menginspirasi, termasuk menjadi relawan. Setiap orang yang bergabung menjadi relawan menyumbang Rp. 100 ribu yang dikumpulkan dan digunakan untuk program edukasi dan memperbaiki fasilitas sanitasi di Sumba, NTT.

“Dengan bergabung menjadi relawan brightfuture, masyarakat bisa berbagi pengetahuan kepada anak-anak SD mengenai pentingnya sanitasi seperti cara mencuci tangan, menyikat gigi, pentingnya air sehat serta menjaga kebersihan toilet. Secara tidak langsung, mereka turut berkontribusi dalam mewujudkan mimpi anak Indonesia yang ingin memiliki fasilitas sanitasi layak sehingga mereka dapat hidup lebih sehat,” ujar Waila.

Selain fasilitas, edukasi sangat penting karena masalah kebersihan bukan hanya berkaitan dengan kurangnya fasilitas, namun juga karena kurangnya kesadaran. Fasilitas bisa dibangun dengan cepat, namun perilaku bersih dan sehat perlu waktu untuk dibangun.

Sanitasi dapat memengaruhi edukasi, angka kelahiran dan angka kematian, sehingga harus menjadi perhatian bagi setiap orang. Salah satu indikasi sanitasi buruk adalah penyakit diare. Di Jawa Timur dilaporkan 16,541 orang memerlukan rawat inap di rumah sakit umum pemerintah akibat diare. Sedangkan di Surabaya ditemukan 92,072 kasus diare.
Di Indonesia terdapat 2/3 kematian balita disebabkan oleh diare. Walau demikian, baru 47% yang memiliki perilaku cuci tangan dengan benar, padahal mencuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir dapat menurunkan risiko diare hingga 50%. Selain itu, hanya sekitar 2,3% masyarakat Indonesia menyikat gigi dengan benar sesudah makan pagi dan sebelum tidur malam untuk mencegah karies gigi secara efektif.