Bregada Bathok Bolu; Wakili DIY

Bregada Bathok Bolu; Wakili DIY

Sleman, Yogyakarta, Kabarindo- Adapun tim produksi Bregada Bathok Bolu terdiri atas penanggungjawab Tugiran selaku Kepala Desa Purwomartani, sutradara dan penata tari Eko Feryanto, S.Sn, penata iringan Gandung, piñata busana Sunarni.

Sedangkan tokoh Pangeran Ganti diperankan oleh Yusko, dan Ratu Ayu oleh Bellinda Ayu dan Marietha Hevi. Sedangkan penari berasal dari Sanggar Kembang Sakura Mesan Sinduadi Mlati Sleman.

Fragmen “Mustikaning Katonggo” menggambarkan cerita kepahlawanan Pangeran Ganti yang merupakan keturunan Hamengkubuwono IV, yang berjuang melawan berbagai binatang buas dan makhluk halus penghuni hutan Katonggo demi kesejahteraan rakyatnya.

Melihat masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan, Pangeran Ganti berusaha membuka Hutan Katonggo untuk dijadikan lahan pertanian guna meningkatkan taraf hidup rakyatnya. Namun niat baik tersebut ternyata banyak menghadapi rintangan yang menghadang, yang disimbolkan dengan raksasa dan makhluk halus penghuni Hutan Katonggo yang dipimpin oleh Ratu Ayu utusan Ratu Pantai Selatan.
Dengan gagah berani, semangat pantang menyerah dan rela berkorban, Pangeran Ganti berhasil mewujudkan cita-citanya dalam meningkatkan taraf hidup rakyatnya. Hal ini disimbolkan dengan sebuah kendi yang berisi “air perwita sari” sebagai lambing kemakmuran.

Kisah ini hingga sekarang masih tetap dinalurikan oleh masyarakat Sambiroto Purwomartani Kalasan Sleman DIY dalam upacara adat Bathok Bolu yang dilaksanakan setiap Bulan Sapar dalam kalender Jawa.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM mengungkapkan bahwa event Karnaval Keprajuritan Nusantara ini merupakan ajang yang cukup strategis bagi upaya revitalisasi, pelestarian dan peningkatan apresiasi dikalangan pelaku seni budaya maupun bagi masyarakat secara umum. Ayu juga menambahkan bahwa seni dan budaya memiliki peran yang cukup signifikan dalam membangun peradaban manusia menuju peradaban yang adiluhung.

Dalam hal ini pemerintah tidak bisa secara terpisah melakukan upaya pelestarian seni budaya tanpa adanya peran aktif dari para stakeholder dan masyarakat umum. Pemerintah, stake holder dan masyarakat perlu secara terpadu dan sinergis membangun peradaban melalui pelestarian seni dan budaya yang ada di masing-masing daerah.

Ayu menambahkan bahwa dalam hal pengiriman kontingen Bregada Bathok Bolu dalam event Karnaval Keprajuritan Nusantara 2014, kejuaraan bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah bahwa makna kejuangan dan kewiraan dalam mempertahankan ibu pertiwi benar-benar tertanam dan terinternalisasi dalam bregada prajurit tersebut. Yang pada gilirannya juga akan tertanam kepada generasi berikutnya. Mengingat kontingen Sleman yang dalam hal ini membawa nama Propinsi DIY, maka benar-benar diambilkan dari bregada yang memang eksis dan bukan bentukan sesaat hanya untuk mengikuti event tersebut.