Body Weight Exercise; Olahraga Saat Puasa

Body Weight Exercise; Olahraga Saat Puasa

Surabaya, Kabarindo- Puasa bukan berarti berhenti berolahraga.

Berolahraga tetap perlu asal terukur dan tepat. Urban Fitness & Studio memberikan tips olahraga yang sesuai bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa.

Menurut Verawaty Budiyanto, CEO Urban Fitness & Studio, saat puasa, waktu yang bagus untuk berolahraga adalah pagi hari karena perut masih terisi atau sore menjelang buka. Bisa pula setelah buka asal tidak makan terlalu banyak. Jika terlalu banyak, harus menunggu minimal satu jam.

“Puasa kan bagus untuk detoksifikasi tubuh. Biasanya badan lemas. Olahraga akan menjaga metabolisme tubuh. Tapi kita harus mengenali kondisi tubuh dulu,” ujarnya pada Sabtu (3/6/2017).

Vera mengatakan, selama puasa, asupan gizi harus memenuhi syarat selama buka dan sahur dengan nutrisi yang lengkap, terutama bagi yang menderita anemia, tekanan darah rendah. Ia menganjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah agar tidak gampang lapar. Hindari mie, makanan dari tepung, gorengan dan bersantan.

Boleh saja minum suplemen yang mengandung vitamin A,D,E,C,K saat sahur untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Namun yang paling baik adalah dari bahan alami dengan mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Menurut Rivo Barumalang, Fitness Manager di Urban Fitness & Studio, olahraga yang cocok untuk mereka yang berpuasa adalah body weight exercise yang tak menggunakan alat. Olahraga ini melatih seluruh badan dari bawah hingga atas.

“Saat puasa, kita tetap beraktivitas seperti biasa, termasuk berolahraga. Exercise ini merupakan total body conditioning. Tujuannya untuk menjaga metabolisme tubuh agar tetap fit selama berpuasa,” ujarnya.

Rivo lalu mengajak Dian Pramita (30), member Urban Fitness, untuk mempraktikkan exercise tersebut. Dian juga berpuasa, namun ia tampak fit. Tubuhnya terbentuk karena ia rutin berlatih. Ia menuturkan dulu bobotnya 63 kg, apalagi setelah melahirkan anak. Namun kurang dari setahun, kini bobotnya stabil 45 kg dan badannya kencang.

Rivo menekankan, setiap latihan diawali dengan pemanasan selama 3 menit untuk menyiapkan kerja jantung, melemaskan persendian, mengalirkan darah ke otak dan menaikkan suhu tubuh supaya hangat.

Setelah itu dimulai latihan dengan gerakan jumping jack selama 3 menit, squat untuk melatih kaki, walking lunges guna mengencangkan paha dan bokong, back extention yang memperkuat otot punggung, disusul push up sebanyak 45 kali untuk menguatkan otot lengan dan dada. Selanjutnya latihan komando guna menguatkan otot seluruh tubuh, sit up 75 kali guna menguatkan otot perut, leg lise untuk menguatkan otot perut bawah, disusul gerakan scissor dan plank yang diakhiri dengan peregangan.

Menurut Rivo, selama berpuasa cukup berlatih 2x seminggu dengan durasi 45-60 menit setiap kali exercise.

Vera mengatakan, selain menjaga metabolisme tubuh, exercise selama puasa juga efektif untuk menurunkan berat badan. Namun hal ini berbeda pada setiap orang. Dian mengaku bobotnya turun 1,5 kg setelah berlatih selama seminggu saat puasa.

“Olahraga itu investasi untuk masa depan. Jika kita rutin berolahraga, tubuh tetap sehat hingga tua. Tentu saja dibarengi pola makan yang sehat, nutrisi yang lengkap, tidur yang cukup dan berpikir positif,” ujarnya.