Bengkulu 2016; Garap 11.120 Ha Ladang Jagung

Bengkulu 2016; Garap 11.120 Ha Ladang Jagung

Bengkulu, Kabarindo- Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Bengkulu pada tahun 2016 ini akan mengembangkan tanaman jagung seluas 11.120 hektare (ha) guna menyukseskan program ketahanan pangan di daerah ini.

"Tahun ini, kita akan mengembangkan tanaman jagung seluas 11.120 hektare di 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu guna menyukseskan program ketahanan pangan di daerah ini," kata Kepala Bidang (Kabid) Produksi, Distan Bengkulu, Fahrurozi kepada SP dan Beritasatu.com, di Bengkulu, Jumat (29/1).

Ia mengatakan, tanaman jagung seluas 11.120 ha, akan direalisasikan dalam waktu dekat.
Lahan yang dibidik di 10 daerah antara lain Kota Bengkulu, Bengkulu Selatan, Kaur, Seluma, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah dan Mukomuko.

Namun, Fahrurozi tidak menjelaskan secara rinci luas tanaman jagung yang akan dikembangkan di masing-masing kabupaten dan kota.

"Yang jelas, tahun ini, Distan Bengkulu akan mengembangkan tanaman jagung seluas 11.120 hektare," ujarnya.

Dana pengembangan tanaman jagung di Bengkulu tahun 2016 ini bersumber dari APBN dan APBD setempat. Untuk dana APBN sasaran pengembangan seluas 11.000 ha di 10 kabupaten dan kota.

Sedangkan dana dari APBD Provinsi Bengkulu 2016 dengan sasaran hanya seluas 120 ha. Ladang yang dibiayai APBD akan dikembangkan di empat kabupaten yakni Seluma, Bengkulu Utara, Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang.

Untuk merealisasikan program tersebut, pihaknya dalam waktu dekat akan menyalurkan bantuan bibit jagung kepada kelompok tani di masing-masing kabupaten dan kota yang menjadi sasaran pengembangan tanaman tersebut.

"Sekarang kita sedang mempersiapkan pengadaan bibit jagung untuk disalurkan kepada kelompok tani yang dilibatkan dalam pengembangan tanaman tersebut," ujarnya.

Bibit jagung yang dibagikan kepada para kelompok tani di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu tersebut, kata Fahrurozi, tidak dibayar alias gratis. Sebab, bibit tersebut bantuan dari Kementerian Pertanian (Kemtan) dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan.

"Jadi, bibit jagung yang kita bagikan kepada kelompok tani di 10 kabupaten dan kota di Bengkulu, diberikan secara gratis alias tidak dibayar, sehingga petani tinggal menanam saja di lahannya," ujarnya.

Namun, pengembangan tanaman jagung di Bengkulu, pada tahun 2016 ini, petani tidak diberikan bantuan pupuk dan pestisida, karena dananya tidak dialokasikan oleh Kemtan.

"Jadi, petani hanya diberikan bantuan bibit jagung saja dan tidak diberikan bantuan pupuk dan pestisida seperti tahun sebelumnya. Kita berharap meski petani tidak diberikan bantuan pupuk dan pestisida, kita optimistis program ini dapat direalisasikan dengan baik," ujarnya seperti dilansir dari laman beritasatu.