Batik Sanaya Tampilkan Koleksi 2016; Motif Parang Kombinasi Bunga

Batik Sanaya Tampilkan Koleksi 2016; Motif Parang Kombinasi Bunga

Surabaya, Kabarindo- Batik yang merupakan warisan seni budaya leluhur tak pernah lekang dimakan waktu, bahkan makin memikat di tangan ahlinya yang melahirkan kreasi baru dengan motif-motif indah.

Menyambut tahun baru 2016, Sanaya Batik menggelar peragaan busana untuk koleksi Sanaya Indigo, Sanaya Glamour dan Sanaya Heritage dengan menampilkan 24 busana. Acara ini akan digelar di Hotel Majapahit, Surabaya, pada malam tahun baru 31 Desember 2015 nanti.

Koleksi Sanaya akan dipadu kebaya Kinanti Gayari dan perhiasan kreasi Widya Beta yang diikat dengan tembaga pilihan sehingga membuat pemakainya tampil serasi dan cantik.
Lini Sanaya Heritage mengeluarkan koleksi motif parang berwarna coklat emas yang modern dan mewah dengan kombinasi bunga. Mirna Paramita. CEO Sanaya, menuturkan parang memiliki filosofi untuk tidak menyerah sebagaimana ombak laut yang tak pernah berhenti bergerak.

“Motif parang mengandung petuah dari orang tua agar melanjutkan perjuangan yang telah dirintis. Garis lurus diagonal melambangkan rasa hormat dan keteladanan serta kesetiaan pada nilai-nilai kebenaran. Pada zaman kerajaan, batik parang hanya dipakai oleh bangsawan,” ujarnya pada Senin (21/12/2015).

Koleksi Heritage yang ditampilkan kali ini dipadukan kebaya Kinanti Gayari yang simpel dan memasukkan unsur etnik dalam setiap desainnya. Kebaya tersebut dihiasi payet, batuan, untiran-untiran dari kain serta bordir. Penampilan semakin cantik dengan perhiasan rancangan Widya Beta yang menggunakan batu-batu alam seperti agate, phyrus dan jasper yang dirangkai cantik dalam warna-warna cerah.

Selain Heritage, Sanaya juga menampilkan koleksi lini Glamour dari bahan batik tulis halus dipadu beludru mewah dengan model kimono yang membuat si pemakai tampak modern, anggun dan berkelas.

Mirna menjelaskan, Sanaya Batik merupakan batik yang dirintis sejak 1920 oleh keluarga besar Mbah Wongso di Desa Kliwonan, Sragen, Jawa Tengah. Batik Sragen dikenal dengan sebutan batik girli (pinggir kali). Maksudnya, pinggir Bengawan Solo. Motif batik Sragen kaya dengan ornamen flora dan fauna serta guratan tegas dibandingkan dengan motif batik Solo atau Yogyakarta.

“Sanaya menggunakan bahan berkualitas yang menonjolkan motif-motif klasik dipadu kontemporer yang dinamis sehingga cocok untuk dikenakan anak muda maupun usia matang. Kami juga menggunakan pewarna alami,” ujarnya.

Mirna mengatakan, Sanaya Batik memiliki tiga lini produk yaitu Sanaya Indigo, Heritage dan Glamor. Sanaya Indigo merupakan produk batik berupa busana ready to wear bagi pria maupun wanita untuk aktivitas sehari hari. Koleksi ini memiliki warna dan corak yang segar.

Sanaya Heritage merupakan produk batik berupa kain jarit yang bisa dipergunakan sebagai pelengkap kebaya. Motifnya bervariasi dan bisa disesuaikan dengan kebaya. Selain kain, Heritage juga menawarkan produk turunan seperti syal, dasi, dompet dan lain lain.

Sedangkan Sanaya Glamour merupakan produk busana yang diperuntukkan pria maupun wanita untuk momen tertentu seperti hajatan, pesta pernikahan atau acara lain yang memerlukan busana berkesan glamor. Kesan ini tampak pada koleksi yang dipadukan beludru dengan aksen renda, payet dan mutiara yang membuat si pemakai tampil elegan.