Basha Arcade Cirque; Wadahi Industri Kreatif Di Surabaya

Basha Arcade Cirque; Wadahi Industri Kreatif Di Surabaya

Surabaya, Kabarindo- Basha Market, marketplace produk kreatif yang mengedepankan pengalaman visual bagi pengunjung, digelar di Ciputra World Surabaya pada Jumat-Minggu, 25-27 November 2016.

Event ini mengambil tema Cirque (Sirkus) dengan warna dominan merah dan hitam. Basha Arcade diikuti 104 vendor yang menghadirkan berbagai produk busana, makanan hingga gaya hidup dari berbagai brand terkenal di Indonesia seperti Calla, brand fashion milik Olivia Lazuardy, dan By Lizzie Parra, brand make-up milik Lizzie. Pada event kali ini, Basha berkolaborasi dengan brand Argyle dan Oxford menampilkan koleksi fashion pertama Basha yang terinspirasi oleh salah satu tema Basha.

Basha juga membawa seniman dari Bandung dan Jakarta untuk membagikan pengalaman kepada pengunjung melalui workshop. Para mentor yang siap membagikan pengalaman antara lain Resatio Adi Putra, seniman dengan reputasi internasional, dan Inez Tiara, penggagas Kelly’s and co, brand karya seni dari kertas dan stationery dari Jakarta yang dikenal dengan lukisannya yang menakjubkan.

Co-Founder Basha Market, Christie Erin Harsono, mengatakan event tersebut bisa menjadi wadah bagi para pelaku industri kreatif di Surabaya dan nantinya di pasar national dan global.

“Surabaya memiliki pasar industri kreatif yang besar. Tantangan yang masih dihadapi adalah kurangnya pengetahuan akan industri dan jaringan yang dibutuhkan untuk menciptakan platform kreatif yang sukses dengan skala yang diinginkan,” ujarnya.

Co-Founder Basha Market, Devina Sugono, menambahkan pada tiap event, Basha menjangkau orang kreatif dari berbagai lingkup industri kreatif untuk menciptakan berbagai instalasi unik yang akan dipamerkan.

“Upaya kolaboratif ini menghasilkan moniker Basha X yang membantu mengumpulkan talenta kreatif serta menghasilkan karya yang menakjubkan dan membuktikan kemampuan industri kreatif lokal,” ujarnya.

Cirque menampilkan pameran karya dan instalasi yang dibuat oleh talenta kreatif lokal. Kali ini, studio arsitektur Platform dari Jakarta dan perusahaan desain produk Cassia Studio menampilkan berbagai instalasi berdasarkan interpretasi mereka terhadap tema Basha. Pengunjung bisa berfoto selfie di panggung sirkus dengan Mr. Rabbit, boneka kelinci dengan mata berputar yang merupakan ikon Basha.

Devina mengatakan, pihaknya akan membawa lebih banyak program dan vendor yang baru dan menarik agar bisa terus menyajikan kebaruan dalam setiap event. Hingga kini pihaknya terus mengembangkan database, strategi pemasaran dan berhubungan dengan orang yang tepat.

“Ini tantangan untuk membuat tiap event lebih bagus supaya menarik lebih banyak pengunjung,” ujarnya.

Erin menyebutkan, pengunjung Basha pada event-event yang digelar selama ini mencapai 50 ribu orang per hari dan menghasilkan transaksi untuk semua vendor mencapai Rp. 1 miliar per hari. Ia optimis, event kali ini akan dikunjungi lebih banyak orang, karena Basha semakin dikenal masyarakat, dan menghasilkan transaksi lebih besar.