Bank Mandiri Rangkul Nasabah; Lakukan Penandatanganan Pakta Integritas

Bank Mandiri Rangkul Nasabah; Lakukan Penandatanganan Pakta Integritas

Manado, Kabarindo- Bank Mandiri melakukan penandatanganan pakta integritas dengan mitra bisnis dan nasabah di wilayah kerja Bank Mandiri Manado.

"Bank Mandiri melakukan penandatanganan Pakta Integritas dengan mitra bisnis dan nasabah. Hal ini dilakukan untuk menciptakan iklim usaha yang bersih terhadap berbagai gratifikasi maupun tindakan yang tidak sesuai dengan aturan," kata Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tak Area Manado Hotmail Nainggolan di Manado, Selasa.

"Pada hari ini kami melakukan penandatanganan Pakta Integritas kepada mitra usaha seperti asuransi, notaris, nasabah dari mikro sampai yang besar," ujarnya.

Dia mengatakan penandatanganan ini dilakukan secara serentak di seluruh Kantor Wilayah X Makassar dengan menggunakan teleconference hal ini dilakukan untuk menegaskan kepada seluruh rekanan Bank Mandiri jika melakukan bisnisnya harus sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG).

Penandatangan yang dilakukan tersebut nantinya akan dilakukan sampai dengan ke cabang-cabang, sehingga seluruh rekanan Bank Mandiri melakukannya.

"Dengan penandatanganan pakta integritas seperti inilah Mandiri menjadi perusahaan terbaik yang menerapkan GCG selama tujuh tahun berturut-turut. Sehingga tidak heran mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam maupun luar negeri," ungkapnya.

Dia menjelaskan dengan kegiatan ini diharapkan mitra bisnis menerapkan kegiatan sesuai dengan GCG. Tidak ada nantinya rekanan membantu pegawai Bank Mandiri untuk memperkaya diri sendiri atau beranggapan jika ingin bisnisnya berjalan dengan baik harus memberikan uang kepada karyawan Bank Mandiri.

"Bisnis tersebut tidak dibenarkan, jika karyawan Bank Mandiri kedapatan seperti itu, tidak dapat pengampunan lagi, akan dipecat," katanya.

Oleh karena itu jangan sampai sekali-kali mitra kerja melakukan tindakan seperti itu. Apalagi setiap tahunnya karyawan Bank Mandiri melaporkan kekayaannya kepada KPK, sehingga jika ada kekayaannya melonjak secara tidak wajar akan ketahuan.

"Justru jika ada rekanan yang memberikan informasi mengenai praktik yang tidak sesuai dengan GCG, nilai bisnisnya akan ditambah oleh Bank Mandiri," jelasnya.

Hal ini merupakan bagian untuk memenuhi target dari Bank Mandiri yang akan menjadi bank terbesar di ASEAN. Hal itu akan terwujud jika semua pihak mendukungnya. "Sebagai anak negeri kita pasti berharap ada bank terbesar yang lahir dari negara terbesar, hal itu sangat mungkin terjadi," ungkapnya seperti dilansir dari laman antaranews.