Bangun Masjid Untuk Muslim Tolikara; Sandy Maulana Menginspirasi

Bangun Masjid Untuk Muslim Tolikara; Sandy Maulana Menginspirasi

Tebet, Jakarta, Kabarindo- Dari kediaman asri sang selebriti santun dan menginspirasi.

Yah, Anda mengenalinya dulu dengan nama Sandy Tumiwa tapi ia kini sudah hijrah dan sukses menjemput hidayahnya bernama lengkap Sandy Maulana Malik Ibrahim Tumiwa.

"Sapa saya dengan Sandy Maulana mas, InsyaAllah tetap sebagai aktor sebagai profesi yang mencerahkan dan InsyaAllah dengan peran yang lebih menginspirasi," ucap pria yang belum genap 40 tahun tapi makin dewasa dalam bertutur.

Kalau pepatah bijak berseloroh, Life Begin In Fourty, tapi untuk Sandy Maulana di usia masih 30-an nya ini ingin intens sharing dan berbuat untuk kemaslahatan ummat jadi ia akui bukan ustadz tapi hanya pembelajar yang selalu ingin memotivasi saja.

Redaksi teringat dengan metamorfosa dari para anak band atau seleb yang mencengangkan seperti Ilsyah Ryan Reza alias Reza yang sudah lama hengkang dari grup band yang sudah membesarkan namanya, NOAH.

Atau mantan personel Sheila on 7, Sakti menjadi seorang pendakwah yang bernama Salman Al Jugjawi. Pria bernama lengkap Sakti Ari Seno sudah berjanggut lebat dan berbusana imamah kemana-mana.

Beda dari sisi spritualnya, Sandy tidak seperti itu karena pertama ia sejatinya adalah muslim dari pengakuannya April tahun lalu saat bersiraturahmi dengan ibunda tercinta, sang ayah adalah muslim dan ia bangga karena itu dan ingin belajar tentang Islam tapi karena ia sempat dibaptis jadi tak apa ia raih gelar sebagai muallaf  yang tahun ini genap merasakan nikmatnya dua kali Ramadhan dan baru saja pulang umroh beberapa waktu lalu.
 
Sandy selain masih aktif hadir di layar kaca dan siap hadir menginspirasi di layar lebar bergabung di Solidaritas Peduli Muslim Daerah Terpencil - "Bangun dan Makmurkan MASJID di Pelosok Indonesia"

Ia banyak belajar dari Yayasan Syekh Ali Jaber dan berguru dengan ulama terkemuka tersebut dan masih banyak lagi guru yang ia kagumi, termasuk sang ayah dan bunda sebagai inspirasinya berproses untuk masa depan yang lebih baik.

"Saya banyak belajar dari beliau dan guru lainnya. Mulai Iqro dan Al-Quran untuk memahami Islam secara kaffah, saat ini saya didaulat menjadi juru bicara Task Force dari Yayasan Muallaf dan juga gerakan membangun masjid/musholla untuk wilayah pelosok nusantara. Apalagi hikmah pasca Tolikara, Papua beberapa waktu lalu, makin membuat kecintaan saya terhadap Islam dan sesama muslim makin kuat sehingga InsyaAllah bersama bidadari surga ku yang jadi buah sabar setelah perceraian dan gagal menikah jadi barokah untuk bangun masjid bersama pihak lainnya di Tolikara, Papua bulan depan bersamaan hari raya Idul Adha 2015 ini," jelas Sandy yang sudah memelihara janggut tipis dan bersama redaksi menunaikan sholat Ashar beberapa waktu lalu dan bertindak sebagai imamnya.

Menurut Sandy, masjid adalah representasi peradaban modern membangun ummat tidak hanya sebagai bangunan peribadatan tapi lebih dari itu upaya pemberdayaan masyarakat sekitar dan memperkuat toleransi antar ummat beragama bisa dikerjakan secara bersama-sama.

"Islam adalah agama yang paling toleran, semangat Rahmatan Lil Alaminnya saya percaya menjadi motivasi yang kuat menjadi Ukhuwah Islamiyah, artinya pribadi muslim itu dengan semangat cinta kasihnya tidak pernah membeda-bedakan atas dasar SARA tapi lebih kepada kemanusiaan karena alam dan makhluk hidup adalah ciptaan-Nya," lanjut Sandy yang ia akui masyarakat Papua sangat toleran akan perbedaan tersebut.

Ia kembali mempertegas rencana meminang solois dan dari kalangan artis juga yang sudah berhijab, Baby Niken yang ia akui sebagai Bidadari Surga selepas ia umroh dan berpuasa di tanah suci Mekkah, Ramadhan lalu berharap semua bisa berdoa dan memberikan restunya.

"InsyaAllah pernikahan tersebut menjadi solusi penenang hati dalam berdakwah apalaga Baby adalah nafasku dalam setiap helaan selalu memberi inspirasi untuk tidak berlebihan dan selalu sederhana dan fokus pada perjuangan antara karir sebagai selebriti dan pembelajar," imbuhnya mantap.

Sandy selalu menyebut inspirasi itu sebagai cahaya yang harus ada dalam tiap kehidupan kita semua.
Inspirasi yang memunculkan motivasi untuk Fastabiqul Khaerat sehingga menjadi insan yang bermanfaat menuju tujuan dalam berproses bagi masa depan yang lebih baik.


Menurut Anda..........?