Bandara Soekarno-Hatta; Tetapkan Standar Layanan Taksi

Bandara Soekarno-Hatta; Tetapkan Standar Layanan Taksi

Jakarta, Kabarindo– PT Angkasa Pura II Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta menandatangani nota kesepakatan Tingkat Pelayanan dan Tingkat Jaminan Pelayanan dengan sembilan operator taksi yang beroperasi di pelabuhan udara tersibuk di Indonesia itu.

Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan sore ini oleh Senior Manager Airport Service Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta Dani Indra Iriawan, Senior General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjiptadi, Sekjen DPP Organda Andriansyah YP, Direktur LLAJ Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Sugihardjo, dan sembilan perwakilan operator taksi.

Adapun sembilan operator taksi yang memiliki armada berstiker bandara adalah Blue Bird Group, Express Group, Taxiku Group, Primajasa Group, Borobudur Group, Gamya Group, Gading Taksi Group, Royal City, dan Diamond.

Kesepakatan Tingkat Pelayanan dan Tingkat Jaminan Pelayanan merupakan komitmen penyedia taksi resmi berstiker di Bandara Soekarno-Hatta guna memperoleh persepsi yang sama dan efektif dalam meningkatkan pelayanan kepada penumpang. Langkah ini juga sebagai salah satu upaya Bandara Soekarno-Hatta menuju world class airport.

“Di dalam Tingkat Pelayanan dan Tingkat Jaminan Pelayanan ada beberapa kriteria sebagai tolok ukur. Yang jelas, komitmen ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang baru akan melakukan perjalanan dengan pesawat atau penumpang yang baru tiba di bandara,” jelas Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Daryanto.

Kriteria-kriteria yang diukur dalam Tingkat Pelayanan dan Tingkat Jaminan Pelayanan taksi stiker bandara adalah Pelayanan, Personil, Kendaraan Taksi, Pengawasan dan Pengendalian dari operator, dan Sanksi dari operator ke personil.

Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta menargetkan kepada sembilan operator taksi itu agar kriteria pelayanan harus terpenuhi 100%. Kriteria tersebut akan diukur dengan metode pengukuran spesifik atau secara acak (random).

Sementara itu, prosentasi tingkat pelayanan oleh operator akan dievaluasi secara berkala dan menjadi dasar pengurangan kuota armada, titik muat taksi stiker di terminal dan perpanjangan kerjasama, atau pemutusan kerjasama di bandara apabila layanan di bawah standar yang ditetapkan.

“Langkah ini merupakan salah satu upaya Bandara Soekarno-Hatta menuju world class airport. Kita harus terus meningkatkan pelayanan di bandara,” ujar Senior General Manager Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjiptadi.

Penumpang taksi berstiker Bandara Soekarno-Hatta juga dapat ikut mengawasi pelayanan yang diberikan operator dengan melaporkan ke pihak Bandara Soekarno-Hatta atau melalui www.angkasapura2.co.id jika ada ketidakpuasan dalam pelayanan.

Koordinator Paguyuban Taksi Bandara Soekarn-Hatta Jason Sutanto mengatakan operator taksi juga terus melakukan perbaikan internal seperti membangun database bank pengemudi.

“Jadi, kalau pengemudi melakukan kenakalan ke penumpang akan ada datanya. Sehingga, pengemudi itu tidak bisa pindah ke operator taksi bandara lainnya,” jelasnya.

-          Secara detil, yang diukur dalam kriteria Pelayanan mencakup:
1.       Tersedianya SOP pelayanan taksi berstiker bandara
2.       Tingkat kehadiran armada taksi minimal 75% dari total kuota setiap hari dengan jumlah ritase minimal 3 untuk setiap armada
3.       Waktu tunggu calon penumpang taksi stiker di bandara maksimal 15 menit
4.       Menghadirkan armada taksi selama 24 jam atau sampai dengan jadwal kedatangan penerbangan terakhir
5.       Tidak ada pemaksaan, tarif borongan, menolak penumpang dan melakukan tindakan yang menimbulkan keluhan pelanggan/complain
6.       Mengamankan, melaporkan dan mengembalikan barang/bagasi penumpang taksi yang tertinggal
7.       Tidak ada tindakan/aksi petugas dispatcher dan para pengemudi baik taksi stiker maupun nonstiker yang dapat mengganggu operasional bandara dan kenyamanan pengguna jasa
8.       Tidak ada taksi nonstiker yang berputar dan mengangkut penumpang di bandara

-          Sementara itu, yang diukur dalam kriteria Personil taksi:
1.       Petugas dan para pengemudi memiliki latar belakang yang baik dan tersimpan dalam database perusahaan dan dapat dibuktikan apabila diperlukan
2.       Pengemudi memiliki SIM yang sah dan masih berlaku
3.       Petugas dan para pengemudi berpenampilan rapi dan bersih, tidak bertato, menggunakan seragam perusahaan yang telah ditetapkan (tidak menggunakan celana jeans dan sepatu olah raga) serta menggunakan kartu identitas perusahaan
4.       Petugas dan para pengemudi tidak melakukan tindakan/aksi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban serta kenyamanan pengguna jasa, misalnya melakukan unjuk rasa
5.       Petugas dan para pengemudi tidak merokok di sembarang tempat, minum minuman keras dan menggunakan narkotika serta psikotropika dan tidak terlibat masalah kriminalitas/hukum

-          Terkait dengan kriteria Kendaraan Taksi, yang diukur:
1.       Taksi stiker berusia maksimal 3 tahun dibuktikan dengan STNK dan dalam kondisi laik operasi
2.       Taksi stiker memiliki standar kelengkapan dan terdapat Alat Pemadam Api Ringan/APAR serta dalam kondisi bersih dan wangi (menggunakan pengharum)

-          Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta juga mengukur kriteria kewajiban operator taksi dalam melakukan Pengawasan dan Pengendalian, seperti:
1.       Menyiapkan petugas internal untuk pengawasan dan pengendalian opeasional taksi stiker, melaran taksi nonstiker berputar mencari serta mengangkut penumpang dan aktif terlibat dalam kegiatan operasi gabungan
2.       Bertanggungjawab dan menyelesaikan terhadap permasalahan tindak gangguan dan aksi para petugas dan para pengemudi taksi internal, baik taksi stiker maupun nonstiker yang mengganggu keamanan, ketertiban, kelancaran, dan menimbulkan kerusakan serta ketidaknyamanan pelayanan

-          Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta juga mengukur apakah operator sudah menerapkan Sanksi jika terdapat pelanggaran oleh personil, seperti:
1.       Memberikan sanksi tegas kepada petugas dan para pengemudi yang mengemudikan taksi stiker ugal-ugalan/membahayakan dan melanggar ketentuan/peraturan yang berlaku di bandara dengan bukti tertulis
2.       Tidak menerima pengemudi yang telah mendapatkan sanksi pemecatan di perusahaan taksi lainnya untuk mengemudikan dan mengoperasikan taksi stiker bandara.