Bandara Maratua Berau; Siap Beroperasi Juni 2015

Bandara Maratua Berau; Siap Beroperasi Juni 2015

Balikpapan, Kabarindo- Bandara Maratua, Kabupaten Berau, akan dilakukan uji coba Juni 2015 hal tersebut untuk mendukung perkembangan obyek wisata kebanggaan masyarakat Kaltim di Kepulauan Derawan.

"Pemprov Kaltim pastikan siap meresmikan Bandara Maratua Berau dengan panjang landasan pacu 1.400 meter Juni tahun ini dengan biaya mencapai Rp92 miliar," kata Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain di Samarinda, Kamis.

Keberadaan bandara tersebut dinilai dapat berfungsi sebagai pertahanan terluar, sekaligus untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena Kaltim banyak memiliki pulau kecil terluar sehingga perlu adanya penjagaan dan pengamanan kedaulatan negara, katanya.

"Bandara Maratua dibangun sejak 2011 selain untuk menjaga NKRI juga bertujuan memperlancar arus masuk wisatawan lokal maupun mancanegara karena di kepulauan itu terdapat objek-objek wisata yang sangat menarik, terutama alam bawah laut. Jadi, kami pastikan Juni siap diresmikan. Meskipun terminalnya masih belum dibangun, karena status bandara tersebut adalah bandara perintis," kata Zairin.

Menurut dia, akhir Mei ini bandara sudah siap untuk uji coba, terutama pesawat sejenis Susi Air bisa mendarat di bandara tersebut. Hal ini, karena terlebih dulu adanya verifikasi dari Kementerian Perhubungan.

"Jika sudah ada verifikasi tersebut, baru kita bisa mendaratkan pesawat ATR 42 sejenis Kalstar yang isi 40 penumpang yang ditargetkan 2016. Tetapi, kalau untuk uji coba Susi Air sudah bisa akhir Mei ini," katanya.

Pembangunan terminal, rencana akan diusulkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, saat ini Pemprov Kaltim meminta Pemkab Berau untuk membebaskan lahan yang akan dibangun terminal penumpang bandara tersebut, ujarnya.

"Diperkirakan biaya untuk membangun terminal tersebut mencapai Rp2 miliar. Kami yakin kita bisa menyelesaikan pembangunan tersebut," katanya.

Menurut dia, pembangunan apron dan landasan pacu mendapat pendanaan dari pemerintah pusat melalui APBN dan APBD Pemerintah Provinsi Kaltim, sedangkan pembangunan terminal kedatangan dan keberangkatan diusulkan akan dibangun dari biaya APBN seperti dilansir dari laman antaranews.