Bahasa Indonesia; Jadi Pengikat RI Dengan Bangsa Rusia

Bahasa Indonesia; Jadi Pengikat RI Dengan Bangsa Rusia

Jakarta, Kabarindo- Bahasa Indonesia yang diajarkan dan menjadi pilihan favorit mahasiswa di sejumlah universitas di Rusia sudah lama menjadi salah satu pengikat hubungan baik kedua bangsa dan negara.

Pengajaran Bahasa Indonesia di Rusia di mulai sejak tahun 1955, tidak lama setelah kunjungan Presiden Soekarno ke Rusia, ujar Sekretaris II Penerangan, Sosial dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Pensosbud KBRI) di Moskow, Pratomo AN, seperti dilansir dari laman antaranews.

Ia menjelaskan, Bahasa Indonesia berkembang di Rusia seiring dengan penempatan Profesor Oentoyo untuk mengajar di Moscow State University, kemudian berlanjut ke sejumlah universitas lain di Uni Soviet pada masa itu.

Para alumni bidang studi Indonesia kini sudah banyak dan tersebar di beberapa kota di Rusia dan negara-negara pecahan Uni Soviet. Mereka banyak yang menjadi diplomat, dosen, pengusaha dan penerjemah.

Salah seorang lulusan Institut Negeri-negeri Asia dan Afrika (ISAA) di bawah Moscow State University, Elizabeta Blesnova, termasuk yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia sangat bagus secara lisan maupun tulisan.

Wanita muda yang biasa dipanggil Liza itu bekerja menjadi salah seorang penerjemah di KBRI Moskow.

"Sejak lulus dari program master di bidang ekonomi dengan kekhususan ekonomi pembangunan di Indonesia tahun 2003, saya bekerja menjadi penerjemah di KBRI Moskow," ujar Liza.

Alumnus program Bahasa Indonesia hingga kini ada di Institut Ketimuran di Moskow, Institut Hubungan Luar Negeri di Moskow (MGIMO), Saint Petersburg State University dan Far Eastern Federal University (FEFU) di Vladivostok.

KBRI Moskow juga membuka kelas khusus bagi orang-orang Rusia yang berminat mempelajari Bahasa Indonesia.

Dalam tahun ajaran 2013/2014 KBRI Moscow membuka program Bahasa Indonesia sejak Selasa lalu (8/10) untuk kelas menengah (intermediate) yang diikuti sejumlah mahasiswa dan alumni jurusan bahasa. Adapun kelas pemula (beginner) dimulai Rabu.

Peminat kursus Bahasa Indonesia di KBRI Moskow cukup besar dan beragam profesinya, mulai dari mahasiswa tahun pertama, alumni jurusan Bahasa Indonesia, pengusaha, hingga seorang guru besar (profesor).

Evgeny Kanaev, guru besar bidang ekonomi, politik dan isu-isu keamanan di wilayah Asia Tenggara dari Sekolah Tinggi Ekonomi di Moskow, pada 2011 terpilih mengikuti program "Presidential Friends of Indonesia" mengaku tertarik mempelajari Bahasa Indonesia di KBRI Moskow.

"Bahasa merupakan salah satu unsur budaya yang dapat digunakan untuk lebih mengembangkan hubungan antar bangsa, termasuk hubungan Indonesia dan Rusia. Dengan semakin berkembangnya hubungan kedua negara, mempelajari Bahasa Indonesia menjadi sebuah keharusan," ujarnya.

Sementara itu, Ny. Ludmila Demedyuk, yang meluncurkan buku pelajaran Bahasa Indonesia bagi orang Rusia, menyarankan para mahasiswa yang mengambil jurusan bahasa di ISAA untuk mengikuti kursus di KBRI Moskow.

Mendengarkan Bahasa Indonesia dari penutur asli, menurut dia, tentu akan berbeda dan menarik dibandingkan hanya mendengar.