Badan Nasional Pengelola Perbatasan; Siap Gelar Festival Budaya Nusantara 2015

Badan Nasional Pengelola Perbatasan; Siap Gelar Festival Budaya Nusantara 2015

Ampera, Jakarta, Kabarindo- Indonesia saat ini dihadapkan dengan isu MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) yaitu suatu kesepakatan bersama untuk mengintegrasikan ekonomi negara-negara Asean yang berimplikasi adanya sistem kebijakan persaingan bebas perdagangan antara bangsa-bangsa yang tergabung dalam ASEAN.

Pemberlakuan kesepakatan ini telah didepan mata (Desember 2015), sehingga sebagai salah satu anggota Asean, Indonesia mutlak harus siap menghadapi tantangan global tersebut.

Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan "KEBENARAN" baru.
Pola pikir (Mindset) masyarakat ASEAN harus mampu diperbaharui sesuai dengan munculnya "kebenaran baru" yang tidak mungkin ditolak kehadirannya.

Dengan adanya GARIS PERBATASAN antar Negara yang selama ini dipandang dari sudut politik, maka dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN, titik pandang harus berani diubah menjadi garis pertemuan karena titik pandangnya didekati dengan kepentingan wawasan budaya.

Perdagangan bebas antar bangsa terjadi saling menghormati dan menghargai, dan tidak lagi menggunakan pendekatan pola pikir politik yang mengedepankan langkah penguasaan untuk menguasai.
Menurut Marhaban Ibrahim, Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Barat, beliau berpendapat bahwa budaya suatu negara adalah merupakan pagar hidup bangsa di tapal batas, yang artinya budaya itu, hidup serta berkembang, dan matinya tergantung dari budaya dan kebiasaan yang mereka ciptakan dari turun menurun, ujar Marhaban pada kesempatan wawancara dengan para awak media di Gedung B, BNPP, Ampera, Jakarta Selatan, 14/09/2015.

Muncul sebuah gerakan baru untuk Negara yang bergabung di dalam ASEAN ini maka banyak harapan yang pasti ingin didapat oleh Masyarakat ASEAN. Bagi Indonesia antara lain:
1. Masyarakat Indonesia menjadi lebih sejahtera.
2. Hubungan antar Negara erat dan tidak ada konflik dan kerusuhan (misalnya antar Malaysia dengan Indonesia) dan bisa bersaing dengan negara Eropa khususnya Uni Eropa.
3. Harus bisa meningkatkan produktivitas, nilai tambah ekonomi, kwalitas dan berinovasi untuk meningkatkan daya saing, sehingga negara Indonesia tidak memiliki image sebagai negara konsumtif dan tidak menjadi pasar potensial Negara ASEAN lainnya.


Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan Negara merupakan kegiatan nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), acara ini dilaksanakan , untuk memperingati hari jadi dengan terbentuknya BNPP yang jatuh pada tanggal 17 September 2015.
Pada kegiatan yang akan dilaksanakan tanggal 17 September yang akan datang akan menampilkan pagelaran seni dari masyarakat perbatasan di 7 Provinsi perbatasan yaitu seperti Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTT, dan Papua.


Melalui latar belakang diatas, maka diwujudkanlah dalam bentuk Teater Tari yang berjudul "LINTAS BUDAYA CAKRAWALA" yang menggambarkan sebuah inspirasi untuk menyatukan visi dan misi masyarakat Indonesia melalui potensi seni dan budaya yang berada di perbatasan negara.
Dan melalui pagelaran Festival Budaya Nusantara Kawasan Perbatasan Negara ini, diharapkan bisa menjadi salah satu momen dan bukti otentik dari Pemerintah peduli terhadap masyarakat di perbatasan.
Festival Budaya Nusantara ini juga merupakan sebuah event yang sangat penting bagi sebuah bangsa dimana masyarakat perbatasan sebagai garda terdepan bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya yang khas, yang wajib dikenali, dikuatkan, dirawat, dipromosikan dan dilestarikan serta menjadi perekat pemersatu bangsa dalam kerangka NKRI untuk mendukung kedaulatan dan penguatan ketahanan perbatasan negara. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah yang perlu di apresiasi oleh masyarakat luas dan didukung keberlangsungannya oleh segenap komponen bangsa.


Saksikan gelar Festival Budaya Nusantara yang akan diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah, Selamatkan Budaya, Lestarikan Budaya, Lindungi Budaya kita.