Badan Narkotika Nasional (BNN) Gandeng Polri; Satukan Persepsi

Badan Narkotika Nasional (BNN) Gandeng Polri; Satukan Persepsi

Jakarta, Kabarindo- Pekan ini, BNN kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan anggota Polsek Ciputat di Aula kelurahan Cempaka Putih, Ciputat.

Tema yang di angkat pada pertemuan itu adalah "Membangun Sinergi Untuk Penyelamatan Korban Pecandu Narkoba"

Kasubdit Heroin BNN, Kombes Slamat Pribadi mengatakan, dalam hal penegakan hukum, BNN dan Polri harus memiliki satu visi dalam penyikapi permasalahan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

UU No 35 Tahun 2009 Pasal 54 memerintahkan pecandu dan korban penyalahguna narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial ujar Slamet.

Penegakan hukum dengan cara memenjarakan pecandu narkoba terbukti gagal. Lapas yang harusnya menjadi tempat pembinaan sering kali menjadi sarang peredaran gelap narkoba.

Dari banyak kasus yang di ungkap oleh BNN 80 persen peredaran narkoba dikendalikan dari dalam Lapas tambah papar Slamet. Saat ini 60 persen penghuni lapas di indonesia adalah kejahatan narkotika tuturnya.

Yang perlu di waspadai menurut Slamet, sindikat narkoba sering kali bernaung di bawa ketiak penegak hukum. Oleh karena itu Slamet meminta aparat penegak hukum agar bersikap profesional dalam menghadapi sindikat narkotika. 

Sindikat narkoba sangat lihai, mereka memanfaatkan kelengahan kita (penegak hukum) agar dapat menyelundupakan narkoba ujar Slamet.

Sementara itu Kapolsek Ciputat, Kompol, Burhanudin, mengatakan peredaran gelap narkoba di Ciputat sudah cukup mengkhawatirkan.

Upaya pencegahan yang di lakukan pihak Polsek menurut Burhanudin adalah melakukan razia di jalur transportasi dan penginapan yang ada di ciputat. 

Terkait dengan penegakan hukum dia sepakat bahwa pecandu narkoba harus di rehabilitasi.

Lapas akan mengalami overkapasitas apabila pencandu narkoba di penjara tutup Burhanudin.