BTN Papar Kinerja Semester I 2015; Laba Meningkat

BTN Papar Kinerja Semester I 2015; Laba Meningkat

Harmoni, Jakarta, Kabarindo- Pertumbuhan ekonomi dalam dunia perbankan pada semester I 2015, mendapat apresiasi yang positif terhadap kinerja PT.Bank Tabungan Negara, Tbk.

Dalam paparan kinerja perseroan per 30 Juni 2015,  BTN mengalami pertumbuhan laba yang sangat agresif, hal ini didukung oleh perolehan NII (net interest income) perseroan sebesar Rp.3,187 triliun atau meningkat sebesar 19,06% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp.2,676 triliun.

Artinya laba semester I 2015 tumbuh tinggi, "hal ini adalah merupakan target kami sampai akhir tahun, yang diharapkan mencapai diatas 40%, dan kami optimis terhadap peluang itu" tutur Maryono, Direktur Utama Bank BTN pada pemaparan kinerja Bank BTN semester I 2015 di Gedung BTN Pusat, Jakarta.
Pada paparan tersebut Bank BTN telah membukukan Asset sebesar Rp.155.952 triliun atau tumbuh 14,99% dari posisi yang sama pada tahun 2014, sebesar Rp.135,623 triliun. Dan Kredit serta Pembiayaan tumbuh 18,33% dari Rp.106,584 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp.126,125 triliun pada bulan Juni 2015. Disamping itu, Kredit dan Pembiayaan yang diberikan perseroan tumbuh lebih baik diatas rata-rata pertumbuhan kredit nasional yang berada pada kisaran 10,40% per Mei 2015. Bank BTN sendiri memproyeksikan kredit yang diberikan Perseroan akan terus tumbuh sampai dengan akhir tahun 2015, dan "tentunya kami punya target dan tetap optimis sampai akhir tahun bisa mencapai pertumbuhan kredit pada kisaran 14%-16%, ujar Maryono lanjut.
Dalam hal permintaan pasar, menurut Dirut Bank BTN, Maryono, mengatakan bahwa peluang pertumbuhan kebutuhan untuk kredit masih cukup tinggi, hal ini di indikasikan dengan adanya permintaan pasar yang cukup besar, yang ditandai dengan kebutuhan akan tempat tinggal (rumah). Dalam hal kebutuhan pokok inilah, fenomena fasilitas kredit menjadi pilihan utama bagi masyarakat terutama di kelas menengah bawah, sehingga faktor ini menjadi hal yang menguntungkan bagi dunia perbankan.
Namun dalam hal ini, "tetap diperlukan ke hati-hatian untuk mengakomodir permintaan pasar, karena Bank perlu mengendalikan kemampuannya dalam kredit dan pembiayaan, agar bank sebagai lembaga pendanaan keuangan tetap mempunyai stabilitas keuangan secara umum dan tidak mengganggu kinerja perseroan, jelas Maryono.
Untuk dana pihak ketiga perseroan tumbuh dari Rp.101,345 triliun pada tahun 2014 menjadi Rp.114.719 triliun pada tahun 2015. Dan dana pihak ketiga Bank BTN tahun 2015, pertumbuhannya mencapai 13.20%. Pertumbuhan DPK ini tidak lain ditopang oleh pertumbuhan Giro yang mencapai 36,16%. Sehingga hal ini sangat jelas telah meningkatkan rasio CASA menjadi 47,27%. Dan Bank BTN telah mencatat pendapatan bunga (interest income) pada semester I 2015 ini, sebesar 7,353 triliun atau tumbuh 13,69% dari posisi yang sama pada tahun 2014, yakni sebesar Rp.6,467 triliun.
Dari paparan tersebut sangat jelas bahwa Bank BTN kedepannya sangat optimis untuk dapat mempertahankan pertumbuhan laba perseroan sampai dengan akhir tahun 2015, dan dipastikan Bank BTN masih menguasai pasar perumahan di Indonesia, apalagi pada era pemerintahan Joko Widodo, pemerintah pusat menginginkan pencanangan program sejuta rumah untuk masyarakat kalangan menengah bawah yang dipusatkan di kota Semarang, dan Bank BTN siap mendukung dan menjadi mitra dengan pemerintah. Dan program pemerintah tersebut langsung direspon positif oleh Bank BTN, dengan merealisasikan KPR Subsidi untuk program satu juta rumah, sebanyak 53.369 unit rumah dengan total kredit mencapai Rp.5,25 triliun. Pendanaan dan permodalan dalam hal ini,  kita tetap berharap ada dukungan dari pemerintah dan lembaga internasional, tentunya untuk mengembangkan program nasional sejuta rumah, ungkap Maryono dalam kesiapan Bank BTN yang komit pada program tersebut, jelasnya.
Perlu diketahui pula bahwa Bank BTN,menyambut baik akan relaksasi yang dilakukan oleh OJK (otoritas jasa keuangan) khususnya dalam dunia perbankan, diharapkan dapat mendorong stimulus pada perekonomian nasional. Ada 6 stimulus kebijakan yang diapresiasi oleh Bank BTN, diantaranya mengenai, tagihan atau kredit yang dijamin Pemerintah, pelaksanaan restrukturisasi kredit, dan penurunan bobot risiko KPR RSS dalam rangka mendukung program pemerintah dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan nilai LTV untuk risiko kredit.
Disamping itu Bank BTN sendiri juga memiliki Syariah Bank BTN, yang sampai saat ini terus mengalami pertumbuhan, hal ini terlihat dari kinerjanya pada semester I 2015 dengan asset tercatat sebesar Rp.11,829 triliun atau tumbuh 18,82% dibanding tahun sebelumnya, sebesar Rp.9,956 triliun.

Itulah paparan kinerja yang dilakukan Bank BTN pada semester I 2015.

Semoga Bank BTN terus maju menjadi Bank permodalan perumahan yang kuat.....!!