BPPT; Raih Tiga Paten Sepanjang 2013

BPPT; Raih Tiga Paten Sepanjang 2013

Jakarta, Kabarindo- Sepanjang tahun 2013, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil menghasilkan tiga paten. Capaian paten ini diyakini menjadi kunci meraih daya saing.

Hal ini dikatakan Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar di sela-sela Refleksi Akhir Tahun BPPT 2013 bertema Teknologi Tingkatkan Daya Saing dan Ciptakan Ketahanan Nasional.

Tiga paten yang dimiliki BPPT tersebut yakni proses perbanyakan bibit sagu secara ex vitro, proses perbanyakan bibit tanaman jarak secara ex vitro dan proses produksi senyawa Hydroxy Octadecadienoic Acid oleh Kapang Endofit Curvularia Lunata.

"Kita ingin tingkatkan lagi jumlah paten di BPPT. Sebab paten menjadi ciri pembangunan dan industri untuk dapat meningkatkan daya saing," katanya.

Menurutnya negara yang tidak banyak menghasilkan paten dapat dipastikan tidak memiliki daya saing di sektor industrinya. Marzan menambahkan secara akumulatif sejak tahun 1996 sampai 2013 terdapat 150 paten teraplikasi dan 72 paten terlindungi.

Ia juga menegaskan BPPT ingin menjadi pusat unggulan teknologi. "Tahun depan kita akan terus melakukan kerja sama dengan mitra agar hasilnya maksimal dan bukan kegiatan yang mubazir," ujarnya.

Dalam paparan refleksi akhir tahun 2013 tersebut, hadir empat deputi di lingkungan BPPT, Sekretaris Utama BPPT Jumain Appe serta sejumlah perekayasa BPPT.

Terkait capaian dan kinerja BPPT melalui Kedeputian Teknologi Informasi Energi dan Material di tahun 2013 berhasil menyelesaikan rancangan alat pembaca e-KTP yang nantinya akan digunakan secara nasional. Selain itu juga dikembangkan e-KTP multifungsi dengan inovasi teknologi sistem subsidi langsung non tunai.

Kegiatan lain adalah dilakukannya pelaksanaan e-voting dalam pemilihan kepala desa yang telah dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia. BPPT juga berusaha mewacanakan penggunaan e-rekapitulasi dalam pemilu 2013.

Dari Kedeputian Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa dilakukan pengembangan pesawat udara bir awak. Untuk Kedeputian bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi dikembangkan ikan Nila Salina yang bisa hidup dia air payau.

Di samping itu BPPT juga sudah mengembangkan obat herbal terstandar dan teknologi modifikasi cuaca untuk menghalau banjir di Jakarta seperti dilansir dari laman antaranews.