BPPT Anugerahi Gelar; Untuk Mantan Menteri Perindustrian

BPPT Anugerahi Gelar; Untuk Mantan Menteri Perindustrian

Jakarta, Kabarindo- Untuk ke delapan kalinya Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kembali memberikan penganugerahan gelar perekayasa utama kehormatan dalam rangka memperingati HUT ke-36 BPPT.

Kali ini gelar Perekayasa Utama Kehormatan diberikan kepada, Dr Honoris Causa (HC) Ir Hartarto Sastrosoenarto.

Kepala BPPT, Unggul Priyanto mengatakan gelar perekayasa utama kehormatan adalah suatu gelar yang diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada warga negara pilihan atas jasa-jasanya sangat besar dan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia melalui kerekayasaan teknologi dan inovasi.

"Karya-karya Dr (HC) Ir Hartarto Sastrosoenarto menghiasi perjalanan sejarah suksesnya bangsa Indonesia dalam menguasai industri proses di Indonesia," katanya di sela-sela acara penganugerahan gelar kehormatan, di Jakarta, Rabu (20/8).

Hartarto pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian tahun 1983-1993. Ia berinisiatif mendirikan PT Rekayasa Industri, sebuah kontraktor Engineering, Procurement, Construction (EPC) yang bergerak dalam pembangunan industri manufaktur, proses, dan energi.

"Jasa-jasa beliau ini banyak diapresiasi oleh lembaga nasional maupun internasional. Terbukti dari banyaknya penghargaan yang beliau terima selama menjalani profesinya," ujar Unggul.

Unggul pun berharap sosok Hartarto menjadi figur teladan yang memotivasi dan menginspirasi para engineer atau perekayasa yang saat ini berjumlah 2.337 orang.

Dalam orasinya, pria 82 tahun ini mengungkapkan kemampuan rancang bangun dan perekayasaan Indonesia sangat kompetitif terhadap perusahaan asing seperti dari Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

"Kita harus waspada terhadap perusahaan rancang bangun dan perekayasaan dari Tiongkok dan India. Daya saing kita akan lebih kuat apabila kita manfaatkan mesin-mesin pabrik di dalam negeri," paparnya.

Di ASEAN hanya Indonesia yang mempunyai perusahaan rancang bangun dan perekayasaan yang mampu menangani pembangunan pabrik putar kunci. Oleh karena itu peluang untuk mendapatkan order untuk menangani industri dasar secara putar kunci di ASEAN besar seperti dilansir dari laman beritasatu.