BPKN Sambut Amandemen UU Perlindungan Konsumen; Makin Diperkuat Fungsinya

BPKN Sambut Amandemen UU Perlindungan Konsumen; Makin Diperkuat Fungsinya

Flamboyan Room, Kemendagri, Jakarta, Kabarindo- Masih Syawal, artinya halal bilhalal masih saja berlangsung.

Itupun berlaku untuk jajaran BPKN dan jajaran BPKN, terlihat sekjen Kemendag, Gunaryo, Kepala BPKN, Ardiansyah Parman bersama dengan para CEO pelaku usaha seperti Indofood, YLKI dan lainnya

Indonesia sudah punya Badan Perlindungan Konsumen Nasional- BPKN sebagai amanat undang-undang

"Menjadi lembaga terdepan bagi terwujudnya konsumen yang bermartabat dan pelaku usaha yang bertanggungjawab," ini tagline halal bilhalal BPKN tahun ini.

Apakah Anda sudah pernah memanfaatkan Layanan Konsumen, BPKN Call Center 153.....?

Anda bisa memanfaatkan layanan tersebut apabila ada produk yang merugikan Anda atau layanan yang tidak semestinya, tentu saja dengan menyampaikan identitas Anda sebagai pelapor, alamat jelas pelaku usaha yang dilaporkan, kronologis masalah serta dokumen pendukung.

Anda akan memperoleh layanan sesuai kode etik petugas layanan yang memperkenalkan diri kepada pengadu, memperkenalkan tugas dan fungsi BPKN, tidak berpihak (netral dan independen) bebas dari tekanan dan paksaan pihak manapun, menanyakan maksud dan tujuan pengadu, menjaga kerahasiaan informasi yang disampaikan pengadu, bersikap sopan, tepat waktu, mengindari penggunaan ancaman, tekanan atau intimasi dan paksaan terhadap pengadu, menghormati hak pengadu, antara lain hak untuk konsultasi dengan penasehat hukumnya atau institusi lain yang berwenang atau para ahli, tidak memungut biaya dan tidak menerima imbalan dalam bentuk apapun dan bersikap adil dan tidak diskriminatif.

"Saya berharap BPKN songsong amandemen UU Perlindungan Konsumen, fungsi harus bisa dipertajam jadi tidak sekedar memberi advice tapi harus ada posisi yang makin berperan akselarasi perlindungan konsumen Indonesia. Saya memuji kinerja dari BPKN selama ini yang sudah sering sosialisasi ke daerah-daerah sehingga masyarakat bisa tahu apa itu konsumen cerdas, " papar Gunaryo lugas

Perlu Anda ketahui salah satu hal yang penting dari sekian banyak adalah memberikan saran dan rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka penyusunan kebijakan dibidang perlindungan konsumen, melakukan penelitian dan pengkajia terhadap perundang-undangan yang berlaku dibidang perlindungan konsumen dan fungsi lainnya.