BNPB RI Gandeng AHA Centre; Teken HCA

BNPB RI Gandeng AHA Centre; Teken HCA

Tugu Tani, Jakarta, Kabarindo- Dalam rangka bersama sama untuk merespon dan menanggulangi bencana di kawasan ASEAN, Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI dan ASEAN Coordinating Center for Humanitarian Assistance (AHA Centre), Selasa malam melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama Host Country Agreement (HCA) di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta, pekan ini.

Dalam sambutannya Kepala BNPB, Willem Rampangilei mengatakan, kerjasama ini merupakan upaya tindak lanjut Pemerintah Indonesia dalam hasil pertemuan ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) ke 27 pada bulan Desember 2015 di Kamboja, dimana dalam pertemuan tersebut telah disepakatinya draft Naskah Host Country Agreement (HCA) antara Pemerintah Indonesia dengan ASEAN Coordinating Center for Humanitarian Assistance (AHA Centre) untuk mendukung negara berdampak dan dalam kapasitas nasional untuk  merespon bencana.
Disamping itu pula upaya kerjasama  tersebut tidak terlepas dari pengakuan kepada Indonesia atas pengalamannya dalam penanganan bencana.

"Kita mendapatkan suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia karena kita dipercaya sebagai Host Country dari AHA Centre ini," ujar Willem Rampangilei saat dijumpai rekan media usai memberikan sambutannya.

Williem Rampangilei juga menambahkan bahwa kerja sama ini sangat penting agar Indonesia selalu mengembangkan kapasitas dalam penanggulangan bencana, terutama karena Indonesia memiliki pengalaman yang cukup banyak terhadap segala macam bencana alam yang terjadi di kawasan  negara ASEAN.

Dan kerjasama ini juga merupakan langkah antisipasi dengan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana serta bagaimana peran pemerintah Indonesia dalam menggabungkan seni dan ilmu dalam manajemen bencana.

Penandatanganan kerjasama Pemerintah Indonesia dan AHA Centre ini juga untuk mewujudkan pelaksanaan visi bersama yakni 'One ASEAN One Response' dan dimana Indonesia ditunjuk dan dipercaya oleh ASEAN memfasilitasi AHA Centre untuk berkantor di BNPB.
Visi tersebut memiliki misi bantuan kemanusiaan secara cepat dan terkoordinasi dalam penyebarannya di negara ASEAN bersama dengan lembaga regional, lembaga internasional lainnya dan pelaku kemanusiaan dalam penanggulangan bencana alam guna meminimalkan korban jiwa, jumlah pengungsi dan kerugian yang ditimbulkan.

AHA Centre sebagai organisasi inter-pemerintah yang bertujuan memfasilitasi kerjasama dan koordinasi antar negara anggota ASEAN dengan organisasi internasional lainnya terkait penanggulangan bencana di kawasan ASEAN, berupaya meningkatkan peran dan solidaritas penanganan bencana dari sepuluh negara ASEAN dengan visi One ASEAN One Response ini.

"Ada 3 elemen penting untuk bisa merealisasikan One ASEAN One Respon, yakni speed, skill, dan solidarity. Jadi bagaimana kita bergerak bersama sama secara cepat, dan bagaimana kita bisa memobilisasikan resources yang ada di ASEAN dari berbagai stakeholder, serta bagaimana juga dalam momen bencana dapat memperkuat solidaritas daripada masyarakat ASEAN," jelas Direktur Eksekutif AHA Centre, Said Faisal saat memberikan keterangan terkait koordinasi pelaksanaan penanggulangan bencana secara bersama sama kepada rekan-rekan media.

Selain itu, AHA Centre fokus dengan 2 komponen dalam turut mendeteksi bencana di ASEAN, seperti halnya  disaster monitoring diseluruh negara kawasan ASEAN dan menginformasikan bencana ke sepuluh negara ASEAN, dan hal ini merupakan single point of contact, dimana sepuluh anggota ASEAN itu berkoordinasi bersama sama di bawah koordinasi dari AHA Centre ini, tambah Said Faisal.

Penandatanganan HCA hari ini adalah  merupakan komitmen dan peran Indonesia yang sangat serius dalam mewujudkan One ASEAN One Response dan ASEAN yang Resilient dalam Penanggulangan Bencana secara strategis.

"Diharapkan kerjasama ini akan memberikan nilai plus bagi Indonesia yang bersedia dan mendukung AHA Centre untuk berkantor di Jakarta, tutup  Said Faisal.