BNN Tambah Dua Kampung Binaan; Tahun Depan

BNN Tambah Dua Kampung Binaan; Tahun Depan

Jakarta, Kabarindo- Setelah dianggap berhasil melaksanakan program kampung binaan, Badan Narkotika Nasional (BNN) menambahkan kampung binaan pada 2014 mendatang. Dua kampung yang rencananya akan dibina tersebut adalah Kebon Singkong, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, dan Bendi, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Seperti tiga kampung yang telah dibina sebelumnya yakni Komplek Permata, Cengkareng atau yang lebih dikenal dengan Kampung Ambon, Kampung Bali di Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan Kampung Bonang, Menteng, Jakarta Pusat, BNN akan memberikan berbagai program pemberdayaan alternatif kepada masyarakat yang bermukim di Kebon Singkong dan Bendi. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk memutus rantai peredaran gelap narkoba.

Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, V. Sambudiyono mengatakan, dengan penambahan kampung binaan, pihaknya berharap dapat terus mengurangi prevalensi jumlah pecandu dan pengedar terutama di DKI Jakarta. Dikatakan, tanpa memberdayakan masyarakat dan merehabiliasi para pecandu, dan pengguna narkoba, akan sulit untuk memberantas peredaran narkoba.

"Pengungkapan kasus peredaran dan penyelundupan sebesar apapun akan percuma tanpa membedayakan masyarakat dan merehabilitasi para pecandu. Karena peredaran narkoba jauh lebih besar dari yang berhasil diungkap," kata Sambudiyono di sela-sela kegiatan 'Rapat Kerja Pemberdayaan Alternatif Masyarakat Perkotaan dengan Fasilitator, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Pemuda, di Hotel Twin Plaza, Jakarta Barat, Rabu (4/12).

Program pemberdayaan alternatif juga telah dilakukan kepada para petani ganja di Aceh dengan mendorong agar para petani beralih menanam nilam yang lebih bernilai ekonomis. Selain Jakarta dan Aceh, BNN juga memberdayakan masyarakat di Kampung Dalam Pekanbaru, dan Beting Kalimantan Barat.

"Untuk Kampung Dalam dan Beting, pada 2014 nanti akan ditangani oleh BNN Provinsi setempat," jelasnya.

Dikatakan, langkah BNN untuk terus memberdayakan masyarakat yang tinggal di zona merah peredaran narkoba hanyalah pemicu. Menurutnya, permasalahan narkoba tidak akan pernah tuntas tanpa peran serta masyarakat untuk memutus rantai peredaran dengan pemberdayaan alternatif dan membantu merehabilitasi para pengguna dan pecandu narkoba. Untuk itu, pihaknya mendorong peran aktif masyarakat agar menggelar berbagai kegiatan yang turut memutus rantai peredaran narkoba.

"Dalam permasalahan narkoba, kepedulian masyarakat belum ada manakala anggota keluarga belum terjerat. Jangan seperti itu. Mulai sekarang, masyarakat harus terus berperan aktif," paparnya seperti dilansir dari laman beritasatu.

Dikatakan Sambudiyono, selain peran aktif masyarakat mengembangkan dan memberdayakan masyarakat agar terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba, pihaknya juga mendorong pemerintah di setiap daerah untuk membangun panti rehabilitasi di rumah sakit umum daerah. BNN, kata Sambudiyono siap membantu pemerintah daerah dengan menyediakan dan membimbing tenaga medis, konselor, dan psikiater.