BMKG RI; Amati Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT)

BMKG RI; Amati Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT)

Kemayoran, Jakarta, Kabarindo- Gerhana Matahari Total (GMT) adalah fenomena alam dimana posisi atau kedudukan Matahari, Bulan dan Bumi berada pada satu garis lurus. Efek dari kedudukan Matahari, Bulan, dan Bumi satu garis ini, tampak sebagian permukaan Bumi akan terkena bayangan gelap Bulan.

Dengan demikian akibatnya wilayah-wilayah yang terkena bayangan gelap bulan, tidak dapat melihat Matahari.

Dalam paparannya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika R.I, Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng mengatakan peristiwa GMT ini akan dimulai pada saat Bulan perlahan lahan menutupi piringan Matahari.
"Semakin lama semakin besar, area piringan Matahari yang ditutupi Bulan. Fase total akan terjadi jika seluruh permukaan Matahari tertutupi oleh Bulan. Kita dapat melihat bagian korona Matahari menjulur dari bagian tepi piringan Matahari," jelasnya dalam kegiatan konferensi pers BMKG di ruang serba guna, BMKG RI, Kemayoran, Jakarta, Kamis siang, 11/02/2016.

Ada beberapa wilayah di Indonesia yang akan dilintasi oleh GMT pada tanggal 9 Maret 2016 nanti, ungkap Andi Eka Sakya. Diperkirakan, lanjutnya, GMT akan melintasi 11 wilayah provinsi di Indonesia, diantaranya ; Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Sementara itu kota-kota besar yang diperkirakan akan turut dilalui Gerhana Matahari Total adalah Muko-Muko (Bengkulu), Palembang, Tanjung Pandan, Palangkaraya, Balikpapan, Palu dan Ternate.

Tujuan pengamatan GMT adalah untuk mendapatkan informasi gangguan medan magnet bumi dan gravitasi efek dari GMT serta rekaman peristiwa GMT. Sedangkan sasaran dari pengamatan GMT adalah untuk mengamati dan merekam saat-saat terjadinya GMT, serta mengetahui perubahan terhadap variasi medan magnet bumi dan perubahan anomali gravitasi serta efeknya yang diukur dari tempat-tempat tertentu di permukaan bumi.

Pada kesempatan tersebut, Andi Eka Sakya juga menjelaskan ada 5 kegiatan BMKG yang dilakukan oleh Kedeputian Bidang Geofisika BMKG  dalam mengamati peristiwa GMT ini, seperti diantaranya pengamatan GMT di Ternate, Palu, Tanjung Pandan dan Bengkulu; pengamatan Gravitasi di Palu; pengamatan Medan Magnet Bumi di Palu, Menado, Kupang, Jayapura, Pelabuhan Ratu, Tangerang dan Tuntungan, Gunung Sitoli dan Liwa, dan pengamatan dengan teropong saat terjadi GMT, ungkapnya jelas.