BK3S DKI Jakarta; Peringati HUT Ke-51

BK3S DKI Jakarta; Peringati HUT Ke-51

Salemba, Jakarta, Kabarindo- Badan Koordinasi dan Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Provinsi DKI Jakarta hari ini, 30 April genap berusia ke-51.

Dalam usia yang relatif lama ini, BK3S DKI Jakarta diharapkan bisa senantiasa merespon tuntutan perkembangan jaman khususnya menyangkut permasalahan sosial dan sosial kemasyarakatan.

"Memang pada hari ini usia BK3S sudah 51 tahun, dan memang usianya sudah relatif lama, apalagi tadi respon dari Ketua Pembina sangat baik untuk kami semua pengurus agar bisa peduli tanpa pamrih" papar DR. Budihardjo Msi, Ketua Umum BK3S Provinsi DKI Jakarta dalam sambutannya memperingati HUT BK3S ke-51 di Kantor BK3S, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Minggu (30/04/2017) kemarin.

Budihardjo menuturkan, sejak tahun 1966 dalam pergantian waktu kepengurusan dan sebagainya, kebetulan kami berada di periode ke-8 pada posisi saat ini.

"Perjalanan ini tentunya kami hadir dengan posisi dalam merespon tuntutan perkembangan jaman khususnya yang menyangkut permasalahan sosial dan sosial kemasyarakatan, dan tentunya dalam kesempatan ini menggunakan masalah kesejahteraan sosial," ringkasnya.

Tentunya, lanjut Budihardjo, kami hadir pada posisi ini dengan rentan waktu yang sangat panjang karena kesetiaan dari pada para relawan, para orsos (organisasi sosial), para yayasan, juga teman-teman penyandang masalah sosial, bahkan juga ada yang baru ini dengan nama "Sinergi Stop stigma". BK3S disebut sebagai sentra sinergi bersama 18 orsos dan kemanusiaan.

"Kehadiran dan kesetiaan kami juga tidak lepas dari posisi peran Pemerintah dalam hal ini Pemerintah Daerah (DKI Jakarta) khususnya dinas sosial yang selama ini membimbing, membina dan mengarahkan kami dalam posisi untuk melaksanakan bersama permasalahan sosial yang ada," jelas Budihardjo.

Untuk itu, ungkap Budihardjo, pada kurun waktu 51 tahun, khususnya pada jalan 3 bulan ini BK3S selalu mengadakan kegiatan rutin, "Walaupun hari jadi ini digelar secara sederhana, kita coba untuk mengisi tentang aspek kepekaan sosial kita. Aspek kepekaan sosial ini menjadi aspek tentang kesetiakawanan sosial, sehingga waktu 3 bulan ini kami isi dengan kegiatan misalnya aspek donor darah, aspek santunan kepada lansia, anak dan penyandang disabilitas. Selain itu kita juga mengadakan seminar kebangsaan, seminar kegiatan sosial dan acara gerak jalan bersama dengan disabilitas sampai kemarin kita mengadakan kegiatan yang sifatnya mengikuti perkembangan respon sarana dan prasarana publik terhadap saudara kita yang menyandang disabilitas".

Dalam kesempatan sama, Anwar Sanusi, Sekretariat Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi pada sambutannya mengatakan, perjalanan dan kehadiran BK3S di tengah masyarakat adalah sebagai upaya untuk mengentaskan problema sosial.

"Menurut saya dari perjalanan waktu BK3S yang mendiskripsikan secara kongkrit peran dan juga katalanlah hal-hal yang telah dilakukan dan akan dilakukan dalam rangka mengentaskan problematika sosial yang ada di DKI Jakarta," lugasnya.

Dalam kontek apa yang menjadi tugas Kementerian PDT dan Transmigrasi, Anwar Sanusi mengungkapkan bahwa hal ini secara tidak langsung kita memberikan dukungan bagaimana BK3S ini bisa melakukan tugasnya dengan membangun sumber dari masalah yang ada di wilayah perkotaan, seperti masalah krusial yakni urbanisasi.

"Saya yakin artinya suatu persoalan yang disimpulkan oleh yang namanya problematika sosial yang ada di perkotaan ini bisa mengurangi permasalahan dan menekan urbanisasi," ujar Anwar Sanusi.

Kita berharap, tambah Anwar Sanusi, dari adanya organisasi (BK3S) ini kedepan bisa membantu menurunkan urbanisasi dan menyelesaikan permasalahan sosial di tiap daerah, sehingga menjadikan tempat berkembangnya ekonomi dan masyarakatnya dapat mandiri secara sosial budaya dan maju demokrasinya.

Sementara itu, Jenderal (Purn) Prijanto sebagai Dewan Pembina BK3S Provinsi DKI Jakarta pada sesi sambutan akhir menuturkan, dulu BK3S namanya Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial. Menurut Prijanto, peran dan tugas itu hanya sebatas untuk mengkoordinasikan kegiatan saja, jadi kurang jelas arah dan tupoksi organisasinya.

"Kita berpikir apa iya kita cuma mengkoordinasikan kegiatan saja, tentunya tidak. Nah dalam perkembangannya dibawah kepemimpinan pak Budihardjo ini berkembanglah organisasi ini memiliki tupoksi yaitu sebagai badan koordinasi dan kegiatan kesejahteraan sosial, jadi artinya BK3S ini juga melakukan kegiatan untuk membantu Pemerintah dalam bidang kesejahteraan sosial. Itulah sejarahnya terbentuk BK3S," papar Prijanto.

Lebih jelas, Prijanto juga mengutarakan bahwa BK3S dalam kegiatannya dilakukan oleh orang-orang yang berperan serta dan berpartisipasi, baik relawan dan para organisasi sosial yang bekerja tanpa pamrih dalam mewujudkan upaya dan sinergi menjadi relawan-relawan yang memberikan perhatian dalam persoalan sosial di masyarakat.

Terkait tema dalam rangka HUT BK3S, "Menuju Era SocialPreneur, Melayani dan Peduli WBS Tanpa Pamrih, Wujudkan Profesionalitas" ini, Prijanto mengajak semua pihak untuk melayani tanpa pamrih.
Namun demikian, Prijanto menuturkan bahwa koordinasi dan kegiatan yang dilakukan tanpa pamrih itu tidak bisa, tetap ada pamrihnya.

"Tanpa pamrih itu tidak bisa, musti ada pamrihnya. Cuma pamrih itu jangan untuk dirinya sendiri melainkan untuk yang kita bantu," ujarnya.

"Ucapan terima kasih kepada seluruhnya, kepada lembaga sosial yang ada di DKI Jakarta ini yang telah bergabung dengan BK3S dan juga kepada para donatur kita," tutup Prijanto.

Acara memperingati HUT BK3S ke-51 yang dihadiri para pejabat lintas lembaga Pemerintah, swasta, para pengurus BK3S dan ratusan warga masyarakat DKI Jakarta ini dimeriahkan penampilan anak-anak yang unjuk kebolehan dalam menari tarian-tarian dari berbagai daerah berasal dari anak-anak berprestasi dari SDN Kenari 07 Jakpus, PA. Muslimin dan lainnya.

Disamping itu, panitia acara juga memberikan penghargaan bagi para orsos, pihak swasta, para relawan dan partisipan yang ikut mengentaskan problematika sosial di masyarakat. Mulai dari Kak Seto raih Satya Lencana Pengabdian BK3S DKI bersama dengan tokoh dan lembaga lainnya.

Dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng (nasi kuning) sebagai tanda HUT BK3S ke-51.


HBD BKKKS yang ke-51..............!