BI Tawarkan; 4 Langkah Pengembangan Ekonomi Syariah

BI Tawarkan; 4 Langkah Pengembangan Ekonomi Syariah

Surabaya, Kabarindo- Bank Indonesia (BI) menawarkan empat langkah dalam percepatan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Hal ini disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dalam kegiatan edukasi keuangan syariah bagi 150 pengusaha Jawa Timur di Surabaya pada 27-30 Oktober.
 
Langkah pertama adalah regulasi dan kebijakan yang mendukung keuangan dan ekonomi syariah. Kedua, peningkatan pengetahuan mengenai ekonomi dan keuangan syariah bagi perbankan, pelaku usaha dan sektor keuangan. Ketiga, penyediaan model-model pembiayaan ekonomi dan keuangan syariah. Keempat, penyelenggaraan inisiatif-inisiatif internasional seperti core principles zakat dan wakaf yang akan diluncurkan tahun ini.
 
Penyelenggaraan kegiatan edukasi tersebut merupakan bentuk komitmen BI untuk terus mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, mengingat potensi besar yang dimiliki keuangan syariah sebagai sumber pembiayaan kegiatan ekonomi masyarakat. Jawa Timur yang memiliki kegiatan ekonomi yang tinggi dengan 36,65 juta pemeluk Islam, merupakan wilayah yang ideal sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
 
Edukasi tersebut bertujuan agar para pengusaha mengetahui berbagai jenis produk dan skema terbaik yang telah dimiliki oleh perbankan syariah dari sisi penghimpunan maupun penyaluran dana.
 
“Edukasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman akan pentingnya kerja sama / kemitraan dengan usaha berskala mikro, kecil dan menengah dalam konteks pembangunan dan kesejahteraan jangka panjang. Para pengusaha juga diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas bahwa ekonomi syariah bukan semata milik umat Islam, melainkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum,” ujar Perry.
 
Model bisnis ekonomi dan keuangan syariah yang berbasis komunitas merupakan model bisnis yang tepat dalam pemgembangan UMKM, termasuk untuk menangkal penetrasi UMKM dari luar yang semakin besar dengan adanya liberasisasi ASEAN.
 
Edukasi kepada pengusaha diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan ketertarikan pengusaha terhadap skema keuangan syariah. Selanjutnya mereka dapat memberikan konstribusi dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan di Indonesia, khususnya Jawa Timur, dengan memanfaatkan jaringan usaha yang dimiliki.