BEI 2014; Raih Pendapatan Rp 958,5 Miliar

BEI 2014; Raih Pendapatan Rp 958,5 Miliar

Jakarta, Kabarindo- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp 958,5 miliar selama 2013, tumbuh 21,6% dibandingkan 2012 senilai Rp 788 miliar.

Dari jumlah tersebut, pendapatan usaha BEI tahun lalu mencapai Rp 940,8 miliar, naik 32% dibandingkan 2012 senilai Rp 712,4 miliar. Sisanya berasal dari pendapatan lain-lain.

Berdasarkan pengumuman resmi BEI, di Jakarta, Kamis (27/3), disebutkan, pendapatan usaha otoritas bursa tersebut terdiri atas jasa transaksi efek, jasa kliring, jasa pencatatan, serta jasa informasi dan fasilitas lainnya.

Selama 2013, jasa transaksi efek mencapai Rp 546,9 miliar atau meningkat 36,3% dibandingkan 2012 senilai Rp 401,1 miliar.

Peningkatan juga terjadi pada bisnis jasa kliring. Selama 2013, BEI mengantongi pendapatan usaha jasa kliring sebesar Rp 273,4 miliar, naik 37% dibandingkan 2012 senilai Rp 199,4 miliar.

Sedangkan jasa pencatatan tumbuh 12% menjadi Rp 76,9 miliar dari Rp 68,6 miliar, serta jasa informasi dan fasilitas lainnya naik 0,7% menjadi Rp 43,5 miliar dari Rp 43,2 miliar.

Sementara itu, BEI mencatat peningkatan beban usaha selama 2013 sebesar 36% menjadi Rp 744,6 miliar, dibandingkan 2012 senilai Rp 547,7 miliar.

Beban usaha paling besar terjadi pada pos gaji dan tunjangan sebesar Rp 356,8 miliar atau meningkat 47,3% dari Rp 242,1 miliar. Sedangkan beban usaha dari pengembangan perdagangan naik 60,5% menjadi Rp 133,9 miliar dari Rp 83,4 miliar.

Adapun laba sebelum pajak BEI tahun lalu mencapai Rp 256,9 miliar, turun 7,8% dibandingkan 2012 senilai Rp 278,8 miliar. Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga turun 16,4% menjadi Rp 184,3 miliar dari Rp 220,5 miliar.

Berdasarkan Undang-Undang (UU) Pasar Modal No 8 Tahun 1995, BEI merupakan institusi nirlaba (non-profit) seperti dilansir dari laman beritasatu.