B2M Asa; Australia; Hibur Masyarakat Kupang

B2M Asa; Australia; Hibur Masyarakat Kupang

Kupang, Kabarindo- Kelompok pop R’n’B dari kepulauan Tiwi di Utara Australia, B2M (Bathurst to Melville), merebut hati warga Kupang, Nusa Tenggara Timur beberapa hari lalu.
 
Diundang untuk tampil di kota oleh Universitas Cendana, para musisi ini adalah tamu pada pagelaran budaya di panggung yang indah di Subasuka Kupang. B2M juga memimpin lokakarya bersama musisi lokal dan pelajar, mengunjungi dua sekolah menengah, SMAN 1 dan SMA Giovanni dan mengambil bagian di program radio.
 
Musik B2M merupakan kelompok musik pop R’n’B dengan sentuhan tradisional. Musik mereka mendapat sambutan yang luar biasa dan antusias dimanapun mereka bermain.
 
Duta Besar Australia Greg Moriarty berujar kunjungan B2M adalah kegiatan utama pertama dari Program Seni dan Budata 2014, yang menjangkau penonton seluruh Indonesia.
 
“B2M adalah salah satu dari sekian banyak wajah kontemporer penduduk asli Australia dan merupakan duta besar kebudayaan yang mengagumkan. Mereka bangga menjadi wakil dari masyarakat dan bangsa mereka dan bersemangat untuk berbagi aspek dari budaya mereka,” kata Duta Besar.
 
“Anggota kelompok ini menemukan kesamaan antara masyarakat, budaya, dan lanskap kepulauan Tiwi dan Nusa Tenggara Timur. Mereka sangat tertarik mengetahui kehidupan tradisional di NTT dan khususnya kesamaan yang mereka punya.”
 
“Kunjungan ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperdalam hubungan antar warga dan saling pemahaman antara dua negara. Hubungan pribadi dan kebudayaan sungguh merupakan penyeimbang dalam hubungan Australia-Indonesia. Saya berharap ini akan menjadi kunjungan pertama dari banyak kunjungan berikutnya ke Indonesia oleh B2M,” ujar Dubes.
 
Selama kunjungan mereka ke Kupang, penyanyi dan pemain keyboard Daniel Cunningham mencoba bermain sasando, alat musik tradisional dari NTT, sementara anggota termuda band Shelton Murray memeriahkan penonton dengan tariannya yang seperti Michael Jackson.
 
Program Seni dan Budaya 2014 dari Kedutaan Besar Australia akan mencakup lebih banyak konser dan pameran seni rupa, tarian, literatur, mode, olahraga dan pertunjukan keliling ilmu dan inovasi. Program ini juga akan meliputi residensi seni, kolaborasi dan pertukaran seniman antara dua negara untuk belajar satu sama lain, meningkatkan saling pemahaman dan memperdalam hubungan pribadi.
 
Program Seni dan Budaya 2014 didukung oleh pemerintah Australia melalui Dewan Kebudayaan Internasional Australia (the Australian International Cultural Council), prakarsa dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.
 
Kepulauan Tiwi, yang terdiri dari Melville dan Pulau Bathurst ditambah dengan sembilan pulau kecil, terletak 80 kilometer utara Darwin dan merupakan salah satu bagian dari Australia yang letaknya paling dekat dengan Nusa Tenggara Timur.
 
Program Seni dan Budaya 2014 didukung penuh oleh Bank ANZ, Pemerintah Utara (Northern Territory Government), Pemerintah bagian Victoria, Lembaga Australia Indonesia, University of Tasmania, Deakin University, Queensland University of Technology, Curtin University, Ernst and Young, Flinders University, Macquarie University, University of New South Wales dan University of Queensland.