Ayo Waspada; Penyakit Anak Saat Cuaca Ekstrim

Ayo Waspada; Penyakit Anak Saat Cuaca Ekstrim

Surabaya, Kabarindo- Musim hujan bisa menimbulkan cuaca ekstrim yang mulai terjadi belakangan ini.
 
Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai penyakit terutama pada anak – anak yang lebih rentan sakit dibandingkan orang dewasa.
 
Menurut dr. Kusdwiyono, SpA. dari Rumah Sakit Husada Utama (RSHU) Surabaya, kondisi tubuh anak berbeda dengan orang dewasa karena imunitas mereka lebih rendah dan belum stabil. Biasanya balita rentan terserang penyakit saat cuaca ekstrim.
 
“Perubahan cuaca yang ekstrim akhir - akhir ini bisa menyebabkan pertumbuhan bakteri / infeksi meningkat. Penyakit yang sering terjadi pada anak - anak diantaranya ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), gangguan pencernaan (diare, muntaber) dan demam berdarah,” ujarnya pada Kamis (11/12).
 
Proses pemulihan akan semakin lama jika anak punya riwayat alergi. Jika ya, misalnya anak terkena ISPA, maka dokter akan memberikan terapi pengobatan sesuai riwayat anak, kemudian orang tua harus menjaga pencetus alerginya agar tidak kambuh. Jika anak alergi makanan tertentu, selama proses pemulihan, jauhkan dari makanan pencetus alergi tersebut.
 
Kenali gejala
 
ISPA
Awalnya anak mengalami panas, batuk dan pilek. Batuk adalah respon dari tubuh untuk membersihkan saluran nafas. Mengapa batuk selalu bergandengan dengan pilek? Batuk menyebabkan peradangan di saluran nafas jika rongga tenggorokan terinfeksi, maka di rongga hidung juga terinfeksi sehingga terjadi pilek.
 
Bronkitis
Ini adalah peradangan di cabang tenggorokan (bronchus / saluran udara ke paru-paru).
Gejalanya batuk, panas (hampir sama seperti gejala ISPA). Jika sudah diberikan obat biasa 1-2 hari tidak membaik, segera bawa ke dokter agat tidak terjadi komplikasi.
 
Diare
Dikatakan diare apabila frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari berupa cairan, anak tidak mau makan dan kondisinya lemas. Diare bisa menular jika tidak menjaga kebersihan.
 
Muntaber
Muntah mengkhawatirkan karena makanan tidak bisa lewat mulut. Pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah kenali tanda - tanda dehidrasi yaitu anak suka minum, mata kelihatan ’cowong’, produksi kencing berkurang, kondisi anak lemas.

Demam berdarah
Demam (sekitar 38,5-40 derajat Celcius), nyeri perut, lesu dan perdarahan kulit (bintik merah). Gejala lain adalah sakit kepala, tubuh serasa ditusuk - tusuk. Gejala ini terjadi pada hari ke 1-3.