Audisi Silver Barista; Coffee Toffee Seleksi Barista Terbaik

Audisi Silver Barista; Coffee Toffee Seleksi Barista Terbaik

Surabaya, Kabarindo- Barista adalah profesi yang bertugas  menyajikan kopi yang berbasis espresso kepada tamu. Namun mereka juga dituntut untuk komunikatif dan memiliki pengetahuan tentang kopi yang baik dan benar.

Coffee Toffee sebagai jaringan coffee shop lokal di Indonesia menyadari pentingnya peran barista dalam bisnis kopi. Mereka merupakan ujung tombak di bisnis coffee shop. Hal ini mendasari Coffee Toffee menyelenggarakan Audisi Silver Barista di gerainya di Jatim Expo pada Jumat (8/12/2017).

Audisi Silver Barista merupakan tahapan bagi Junior Barista yang ingin meningkatkan level ketrampilan dan keahliannya. Di Coffee Toffee, barista adalah profesi yang memiliki jenjang karir dan memberikan kesempatan kepada Junior Barista untuk meraih level yang lebih tinggi.

Karlinda Agustina, Marketing & Communications Coffee Toffee Surabaya, mengatakan penyelenggaraan Audisi Silver Barista tahun ini memasuki tahun ke-enam, diikuti oleh 8 barista dari Surabaya, Malang, Madiun dan Lombok.

Setiap peserta wajib membuat kopi espresso, cappuccino dan kreasi baru Signature Coffee. Tim juri yang beranggota 4 orang diantaranya manajer operasional dan coffee expert dari Coffee Toffee akan menilai proses persiapan dan pembuatan minuman oleh peserta, ketepatan menggunakan alat, kerapian penyajian serta kebersihan mesin kopi dan tempat penyajian.

Peserta Audisi Silver Barista nomor urut 1, Galih Ismoyo (24), tampak percaya diri dan lancar saat membuat, menyajikan dan menjelaskan ketiga minuman kopi racikannya yang kemudian dicicipi masing-masing juri.

Galih menamai Maduratna untuk Signature Coffee racikannya dari kopi arabika, fresh milk, sirup almond, madu dan soda putih. Ia menggunakan madu dan soda putih, karena ingin menyajikan sesuatu yang berbeda.

“Saya terinspirasi dari kopi cola yang pernah ada,” ujar barista dari Malang ini.

Galih sudah menjadi barista sekitar 3 tahun, namun baru menjadi Junior Barista di Coffee Toffee Malang selama 18 bulan. Ia mengikuti audisi untuk menjadi Silver Barista. Ia ingin menjadi barista profesional yang kompeten.

“Sebenarnya dulu saya nggak bercita-cita jadi barista. Tapi sudah kadung kecemplung di sini, ya harus terus maju,” akunya.

Galih menuturkan, ia lulusan SMK bidang otomotif di Malang, kemudian bekerja di bidang tersebut di Jakarta selama setahun. Ia lalu kembali ke Malang untuk merintis usaha membuka warkop. Sayangnya harus ditutup setelah 2 tahun, karena tak balik modal.

“Lokasinya outdoor. Kalau hujan, susah. Untungnya nggak impas dengan modalnya,” ujarnya.

Galih kemudian bekerja di beberapa coffee shop dan saat ini bergabung di Coffee Toffee. Namun impiannya untuk menjadi wirausahawan tak padam. Ia ingin memiliki coffee shop sendiri di Malang suatu saat nanti.