Audisi KDI 2015 di Jatim; Diminati Ratusan Peserta

Audisi KDI  2015 di Jatim; Diminati Ratusan Peserta

Surabaya, Kabarindo- Akhir pekan kemarin, giliran warga Jawa Timur dan sekitarnya untuk unjuk gigi di ajang pencarian penyanyi dangdut berbakat Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2015.

Audisi tersebut digelar MNCTV yang diawali di Pasuruan (12/2) kemudian di Bangkalan, Madura dan Tulungagung (13/2) disusul di Kediri (14/2) dan Surabaya (14-15/2) serta diakhiri di Nganjuk (15/2).

Audisi di Surabaya digelar di Radio Kota FM pada Sabtu-Minggu, 14-15 Februari, yang menghadirkan dua bintang KDI, Rena KDI 5 dan Dahlia KDI 2014. Sedangkan audisi di Kediri berlangsung di Radio Pamenang yang menghadirkan Buyung, kontestan KDI 2014 asal kota ini.

Tim audisi KDI 2015 menutup rangkaian pencarian pedangdut di Jawa Timur dengan menggelar audisi di Radio Oke FM, Nganjuk. Fajar dan Ita KDI 2014 dihadirkan untuk memberikan motivasi kepada para peserta.

Audisi akan berlanjut di Lombok (22/2), Padang (22/2), Bangka Belitung (22/2), Makassar (28/2-1/3) dan Jakarta (7-8/3). Setelah itu, MNCTV akan mengumumkan para peserta yang lolos dari audisi di 24 kota tersebut. Pengumuman dapat dilihat di tayangan DMD Show dan akan diumumkan juga di sosial media MNCTV.

Andyani dari MNCTV mengatakan, syarat untuk mengikuti audisi hanya berusia 17 tahun ke atas dan bisa menyanyi dangdut. Tak mengherankan, audisi di tiap kota diikuti ratusan peserta mulai dari remaja, ibu rumah tangga hingga orang tua.

“Tidak adanya batasan usia dan status, menarik minat para peserta yang berasal dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, karyawan, PNS, TNI hingga ibu rumah tangga. Mereka bersemangat untuk menjadi bintang dangdut masa depan,” ujarnya.
 
Menurut Andyani, di Bangkalan ada peserta berusia 12 tahun yang sangat ingin mengikuti audisi. Sedangkan di Medan ada peserta berusia 57 tahun, kakek dari 3 cucu. Sementara audisi di Surabaya juga diikuti peserta dari berbagai daerah seperti Malang, Madura dan Jember.

Andyani mengatakan, bakat arek-arek Suroboyo dalam menyanyi dangdut sangat besar. Ada beberapa peserta yang membawa alat musik sebagai penunjang performa seperti gitar, biola dan kibor. Ada pula yang tak segan menunjukkan goyangan hebohnya di depan kamera. Tentu saja bakat-bakat tersebut akan mendapatkan poin tersendiri.
 
“Animo masyarakat sangat tinggi untuk menjadi penyanyi dangdut. Mereka bukan hanya siap unjuk suara, tapi juga sangat memperhatikan penampilan saat mengikuti audisi,” ujarnya.

Seperti pada audisi di kota-kota sebelumnya, alumni KDI berperan sebagai juri di tahap pre-audition. Kali ini Dahlia KDI yang menyaring peserta untuk bisa lolos ke video booth dimana penampilan peserta direkam dan hasilnya akan dibawa untuk proses penilaian juri di Jakarta. Dahlia juga kerap memberikan tips kepada para peserta untuk percaya diri agar bisa melewati tahapan audisi dengan mulus.
 
“Surabaya memiliki potensi penyanyi dangdut yang berkualitas. Mereka mampu menunjukkan karakter dangdut dengan cengkok yang matang. Banyak yang tak canggung beraksi di panggung,” ujar Andyani.