Asosiasi Jakarta Bersih; Ditargetkan Tangani 47% Sampah Jakarta

Asosiasi Jakarta Bersih; Ditargetkan Tangani 47% Sampah Jakarta

Jakarta, Kabarindo- Timbunan sampah di DKI Jakarta rata-rata mencapai 6.500 ton per hari.

Sejak adanya Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengajak perusahaan atau tempat usaha untuk turut serta berpartisipasi dalam pengelolaan sampah.

Karena itu dibentuklah Asosiasi Jakarta Bersih (AJB) pada tahun 2013. AJB merupakan tempat bagi perusahaan yang ingin menjadi mitra kerja Pemprov DKI melalui Dinas Kebersihan untuk mengelola sampah dengan konsep business to business (B to B).

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin menerangkan selama ini, Pemprov DKI hanya mampu mengelola 88 persen dari sampah Jakarta yang rata-rata mencapai 6.500 ton per hari. Karena itu, dengan konsep pengelolaan sampah B to B, diharapkan AJB dapat mengelola sampah Jakarta sebanyak 47 persen. Sedangkan 53 persen lagi akan ditangani oleh Dinas Kebersihan DKI.

“Mengembangkan konsep B to B dalam pengelolaan sampah membantu kami melakukan pengelolaan sampah secara maksimal. Karena AJB akan fokus kepada daerah komersil atau usaha. Sedangkan kami akan fokus ke daerah slum (kumuh) atau pemukiman padat,” kata Unu, Jumat (17/1).

Dengan adanya pembagian pengelolaan sampah antara swasta dan Pemprov DKI, maka pihaknya akan lebih optimal dalam menangani pengelolaan sampah di pemukiman-pemukiman warga. Tidak hanya itu, Pemprov DKI memiliki mitra yang dapat bekerja bersama melakukan pengelolaan sampah yang tepat sasaran.

“Konsep ini sedikit banyak akan memberikan subsidi silang untuk daerah slum ke bawah. Yang tadinya pengelolaan sampah tidak optimal karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan, kini kita punya partner untuk hajar sampah bersama-sama,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, AJB sudah terbentuk dan telah memiliki tenaga SDM serta sarana dan prasarana yang layak. Asosiasi ini akan melayani daerah-daerah mandiri dan kawasan usaha atau pabrik.

“Seperti daerah Pluit, kan disana pemukiman mandiri. Jadi sudah bisa dilayani dengan AJB,” tuturnya.

Sejak terbentuk hingga sekarang, AJB telah memberikan pelayanan kepada daerah komersil, daerah mandiri dan daerah usaha. Namun, pelayanan pengelolaan sampah yang diberikan baru mencapai 2 persen dari target 47 persen.

“Kalau berjalan terus seperti yang diharapkan bisa memenuhi target 47 % sampah yang dihasilkan kantor-kantor, gedung perbelanjaan, daerah pemukiman mandiri dan komersil. Memang baru 2 persen. Artinya kalau ada 570 titik, baru 10-14 titik yang sudah terlayani secara mandiri,” jelasnya.

Bila 47 % ini tertangani oleh AJB, paparnya, maka akan menghemat anggaran pengelolaan sampah dalam APBD DKI. Karena Dinas Kebersihan tinggal fokus pada pengelolaan sampah warga sebesar 53 persen.

“Jadi kita tinggal menfokuskan diri terhadap pengelolaan sampah di daerah menengah ke bawah,” tukasnya seperti dilansir dari laman beritasatu.