Artha Graha Peduli Dukung Peringatan 25 Tahun KHA PBB; Di Gandeng Komnas PA

Artha Graha Peduli Dukung Peringatan 25 Tahun KHA PBB; Di Gandeng Komnas PA

Hotel Borobudur, Sumba Room, Jakarta, Kabarindo- Komisi Nasional Perlindungan Anak bekerjasama dengan ARTHA GRAHA PEDULI dan Koalisi Indonesia Satu Aksi Menentang KekerasanTerhadap Anak.

Dalam hal ini Koalisi Indonesia BISA, kemarin  20 November 2014 sukses menggelar Diskusi Publik Memutus Mata Rantai Darurat KekerasanTerhadap Anak.

Diskusi publik ini adalah kegiatan tindaklanjut dari Pencanangan Gerakan Nasional Menentang Kejahatan seksual terhadap Anak yang dilakukan oleh Menteri Sosial bersama Komnas Perlindungan Anak, pada tanggal 02 November 2014 di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, sekaligus refleksi terhadap 25 tahun Indonesia ratifikasi Konvensi PBB tentang Hak Anak.

Diskusi publik sukses terselenggara dan dihadiri 200 orang peserta dari berbagai latar belakang, yang menghadirkan Ibu Prof. Yohana Susana Yembise, selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang kerap disapa mama Yohana sebagai Keynote Speaker  serta beberapa orang narasumber yang sudah ahli dibidangnya dimaksudkan sebagai respon terhadap maraknya kejahatan seksual yang diderita anak yang sudah begitu mengkhawatirkan.

Kehadiran Menteri PPPA menjadi penyemangat dan momentum untuk segera bangkit menentang Kekerasan terhadap anak khususnya kejahatan seksual terhadap anak yang sudah cukup menggelisahkan.

Redaksi menjumpai pemandangan yang baru pertama kali dimana para keluarga korban JIS, para korban kekerasan seksual dari Cilegon, Jakarta Timur, Bekasi dan daerah lainnya ikut beramah tamah serta foto bersama dengan mama Yohana.

Tahun ini Komisi Nasional Perlindungan Anak menggandeng ARTHA GRAHA PEDULI untuk memberikan yang terbaik bagi  anak korban kejahatan seksual. Pada kesempatan tersebut Ibu Menteri PPPA ikut meyerahkan Penghargaan kepada ARTHA GRAHA PEDULI Sebagai SAHABAT ANAK , diterima oleh Sylvia Hasan mewakili Pimpinan Artha Graha Peduli.

"Saya menghaturkan terimakasih atas penghargaan yang diberikan. Ini adalah pengakuan atas kepedulian Artha Graha Peduli terhadap anak-anak Indonesia dan dunia. Saya mewakili pendiri Artha Graha Peduli Tomy Winata menganggap anak-anak Indonesia adalah anak-anak Artha Graha juga. Beliau  menilai menyelamatkan anak-anak adalah menyelamatkan masa depan sekaligus juga menyelamatkan dunia," papar Sylvia lugas.

Sementara itu, dari laporan pengaduan masyarakat dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi  (JABODETABEK) dan beberapa kasus yang berasal dari luar Jabodetabek seperti Cianjur, Garut, Sumedang, Purwakarta, Banyumas, Purwokerto, Semarang, Solo,  Sukabumi, Medan dan luarJawa yang dilakukan melalui pelayanan pengaduan (hotline service), tahun 2010 menerima pengaduan 2.046 pelanggaran hak anak, 42 % adalah kejahatan Seksual, di tahun 2011 menerima laporan pengaduan .2467 kasus, 52 % adalah kejahatan seksual, angka pengaduan terus meningkat di tahun 2012 yakni 2.646 kasus, 62 % kejahatan seksual, meningkat di tahun 2013 Komnas Anak menerima pengaduan 3.339 kasus, 54 % adalah kejahatan seksual.
Kurun waktu Januari – September di tahun 2014, pelayanan pengaduan KOMNAS ANAK menerima laporan 2.679 kasus, dengan jumlah korban 2.896 orang anak,  52 % dari laporan tersebut adalah kejahatan seksual.82 % korbannya berasal dari keluarga menengah bawah, 10 dari kejahatan seksual 6 diantaranya adalah hubungan seksual sedarah (incest), 16 % pelaku  adalah anak-anak dibawah usia 14 tahun.

Mama Yohana terlihat sangat bersemangat dan menyerukan gerakan bersama dan sangat senang sekali bisa berada bersama-sama dengan para pejuang aktivis anak, berbagai profesi yang menjadi sahabat anak, mitra Komnas PA termasuk para relawan KIB dari kampus UPI YAI serta para keluarga korban dan korban sendiri sambut pelaksaan Workshop Nasional Relawan Sahabat Anak agar saat terjadi kasus anak tidak terkesan sebagai pemadam kebakaran belaka, Hal ini pun mengemuka saat Diskusi Publik.

"Pemerintah di Kabinet Kerja ini sangat concern melindungi anak bangsa dari pelecehan dan kejahatan seksoaul sehingga pengaduan online, mulai dari hotline sampai sistem terintegrasi di dunia maya harus segera terwujud. Kementerian PP-PA juga siap mensosialisasikan peran dan tanggung jawab orang tua dalam pembinaan keluarga agar kasus anak tidak merebak dengan pendidikan yang baik," jelas Mama Yohana lugas.

Sementara itu dari pantauan redaksi, banyak psikolog senior dan memang kerap menjadi sahabat anak hadir bersama seperti Kak Seto, Ratih Ibrahim, Sani, bu Rustin, Ida Laniari dari KIB, kak Erlinda bersama kelompok relawan lainnya.


Indonesia Darurat Perlindungan Anak, Indonesia Hebat Tanpa Kekerasan & Kejahatan Seksual.................!