Amir Zargari; Jadi Jawara Tour De Singkarak 2014

Amir Zargari; Jadi Jawara Tour De Singkarak 2014

Padang, Kabarindo- Amir Zargari menjuarai kejuaraan balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2014 setelah mampu membukukan catatan waktu tercepat.

Tentu saja dibandingkan 130 pembalap dari 18 tim yang turun di kejuaraan yang masuk agenda badan balap sepeda dunia itu.

Pembalap tim Pishgaman Yazd Iran itu mampu membukukan total catatan waktu 28.31.48 untuk menyelesaikan balapan dengan jarak tempuh 1.250 kilometer yang terbagi dalam sembilan etape. Kepastian juara diperoleh setelah finis di etape sembilan dari Painan menuju Kota Padang, Minggu (15/6).

Pada etape penentuan ini Amir Zargari memang terlempar dari tiga besar pembalap tercepat. Untuk juara etape sembilan adalah pembalap asal Avanti Racing Team Australia Brenton Jones dengan catatan waktu 2.43.12 Kemenangan Amir Zargari pada kejuaraan yang didukung penuh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini cukup istimewa karena merupakan yang kedua.

Pembalap asal Iran ini sebelumnya menjadi juara TdS 2011.

Selain menjadi juara yang kedua kalinya, keistimewaan Amir Zargari dalam meraih juara kejuaraan yang sudah keenam kalinya digelar ini adalah tidak pernah menjuarai sembilan etape yang dilombakan.

Prestasi paling baik pembalap berusia 34 tahun ini adalah menjadi peringkat dua dietape empat dari Bukittinggi menuju Agam dan delapan dari Sawahlunto menuju Solok Selatan serta peringkat tiga dietape dua dari Pasaman menuju Pasaman Barat.

Dari sembilan etape yang dilombakan, pembalap asal Jepang Kohei Uchima dan Brenton Jones berhasil menjuarai dua etape, Sedangkan sisanya diperebutkan oleh pembalap yang berbeda, namun tidak ada pembalap yang berasal dari Indonesia.

Banyaknya pembalap yang menjuarai etape Tour de Singkarak 2014 bisa dikatakan sebagai ketatnya bersaingan pada kejuaraan yang melewati 18 kabupaten dan kota yang ada di Sumatra Barat. Karakteristik lintasan balap juga menjadi penyebab tidak adanya dominasi dari satu pembalap.

Dari sembilan etape yang dilombakan, etape empat yaitu dari Bukittingi menuju Agam dengan Kelok 44 serta etape delapan dari Sawahlunto menuju Solok Selatan dengan tanjakan tertinggi di Bukit Sileh bisa dijadikan ikon kejuaraan yang sudah masuk kalender UCI ini.

Selain memiliki karakteristik yang variatif, Tour de Singkarak 2014 menawarkan kepada seluruh pembalap dengan destinasi wisata yang menarik seperti Ngarai Silokek di Sijunjung, Istano Basa Pagaruyung, Jam Gadang, Puncak Lawang serta Danau Maninjau dan Singkarak.

Sementara untuk predikat Raja Tanjakan (Polkadoty dipegang oleh pembalap Pishgaman Yazd Iran, Ramin Mehrbaniazar dengan 40 poin. Sedangkan Raja Sprin( (Kaos Hijau) direbut oleh pembalap 7 Eleven Filipina, Cris Joven dengan 35 poin seperti dilansir dari laman beritasatu.