Agrinex Expo 2014; Di Gelar Mulai Hari Ini

Agrinex Expo 2014; Di Gelar Mulai Hari Ini

Jakarta, Kabarindo– Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) turut mendukung penyelenggaraan Agrinex Expo 2014.

Pameran yang berlangsung pada 28-30 Maret 2014, di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta, dibuka oleh Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi.

"Kegiatan pameran ini merupakan sebuah bentuk dukungan pemerintah akan isu penting dunia terhadap sistem pangan berkelanjutan, yang merupakan satu dari delapan Millennium Development Goals," jelas Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.

Menurut Lutfi, pelaksanaan Agrinex Expo yang ke-8 tahun ini merupakan bukti keseriusan semua pihak untuk mengembangkan potensi produk agrobisnis Indonesia agar dapat berperan lebih
besar dalam perekonomian nasional.

"Sebagai negara dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berlimpah, langkah Indonesia untuk mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan bukanlah tanpa hambatan.

Alih fungsi lahan, perubahan iklim, urbanisasi, dan pertumbuhan penduduk membawa dampak terhadap tata kelola bidang agro secara keseluruhan. Untuk itu, perlu keseriusan, dedikasi, komitmen dan tanggung jawab semua pihak untuk dapat mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan nasional, baik untuk saat ini dan bagi generasi penerus,” ungkapnya.

Agrinex Expo 2014 yang mengangkat tema “Ketahanan Pangan Nasional, Jalan Kebangkitan Pertanian Indonesia”, sejalan dengan upaya meminimalkan kekurangan kebutuhan pangan, meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan makanan bergizi bagi semua orang di masa kini, dan meningkatkan kapasitas generasi mendatang sebagai bentuk kedaulatan, kemandirian, serta ketahanan pangan.

Selain kegiatan pameran, Agrinex Expo 2014 akan diisi dengan kegiatan seminar mengenai kedaulatan pangan, perubahan iklim, reformasi agraria, pemanfaatan biofuel, dan pengelolaan taman kota dengan narasumber para menteri, akademisi, pakar agro, dan pakar lingkungan hidup.

Kegiatan lainnya berupa demo, permainan (games), kuis, tips pertanian hijau di lahan terbatas, serta pengolahan sampah juga akan dilaksanakan di area Taman Agrowisata Agrinex Expo 2014.

Menurut Lutfi, kegiatan ini merupakan dukungan atas program diversifikasi pangan nasional yang menonjolkan potensi agro setiap daerah dan kearifan lokal sebagai semangat pengembangannya.

Diharapkan ke depan, ketergantungan Indonesia akan bahan makanan impor dapat ditekan dan dikurangi.

“Penyelenggaraan pameran tahunan Agrinex Expo diharapkan dapat menjadi kegiatan berskala global di masa mendatang. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ekspor
nonmigas Indonesia, khususnya di bidang agro, yang dapat disinergikan dengan pengembangan investasi, teknologi, dan riset pertanian,” jelas Mendag.

Pada pelaksanaan pameran kali ini, Paviliun Kemendag berada dalam area Taman Agrowisata yang menampilkan produk agro unggulan ekspor, penerapan teknologi ramah lingkungan yang dapat diadopsi oleh masyarakat, serta di hall pameran yang menampilkan produk agro unggulan ekspor.

Mendag juga mengimbau para pengusaha dan UKM agro agar dapat memanfaatkan pameran ini untuk memperluas jejaring dan mensinergikan upaya pengembangan sektor agro.

"Banyak sekali hasil riset agro dari para peneliti dan akademisi yang ditampilkan pada pameran ini, yang bisa dimanfaatkan oleh pihak terkait untuk mengembangkan sektor agro Indonesia.

Upaya tersebut harus terus didorong agar semua riset yang dibuat oleh para peneliti betul-betul bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan para pengusaha dan UKM agro," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mendag juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan baik demi suksesnya penyelenggaraan acara ini.

"Semoga pelaksanaan ke depan lebih meriah, sukses, dan memenuhi harapan semua pihak,” pungkas Lutfi.

Kinerja ekspor produk pertanian Indonesia pada tahun 2013 mencapai USD 5,71 miliar, atau tumbuh 5,76% selama lima tahun terakhir. Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,58% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD 5,57 miliar.