ASI Sangat Penting Bagi Bayi; Lets Do It..................!

ASI Sangat Penting Bagi Bayi; Lets Do It..................!

Surabaya, Kabarindo- Kita sudah sering mendengar pentingnya ASI bagi bayi. Hal ini kembali ditegaskan dr. Silvester HD SpA dalam talkshow bertema A Succesful Breeding: Gold Medal Baby yang diadakan Philips Avent Indonesia di RS Mitra Keluarga Surabaya pada Sabtu (12/5).

Pentingnya pemberian ASI kepada bayi gencar disuarakan. Hal ini juga makin disadari kaum ibu. Namun kenyataannya tak demikian. Dr. Silvester merujuk pada data yang menyebutkan pemberian ASI oleh ibu kepada bayi pada 1986 baru 36%, yang turun menjadi 32% pada 1997. Angka ini diharapkan meningkat jadi 80% pada 2000, namun kenyataannya tak mencapai persentase tersebut.

Dr. Silvester mengatakan, ASI terbaik bagi bayi karena memiliki sejumlah keunggulan. Yaitu praktis, tak mengeluarkan biaya, mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi, mengandung protein yang memacu pertumbuhan bayi, memberikan perlindungan aktif maupun pasif terhadap infeksi, merangsang sistem kekebalan bayi dan memberi zat kekebalan yang belum dimiliki bayi.

“ASI penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Karena itu mutlak dibutuhkan bayi,” ujarnya.

Untuk bisa memberikan ASI yang cukup, si ibu membutuhkan asupan nutrisi yang baik dan cukup selama hamil dan menyusui. Ini harus diperhatikan.

Dr. Silvester menambahkan, ASI memiliki komposisi sesuai kebutuhan bayi terutama kolostrum, juga mudah dicerna dan diserap. Berbeda dengan susu sapi yang mengandung natrium yang tinggi sehingga bisa mengganggu pencernaan.

ASI tak menyebabkan alergi yang bisa ditimbulkan oleh susu sapi serta mengandung zat penangkal penyakit yang tak terdapat pada susu formula.

Dr. Silvester menekankan, susu formula mengandung pengawet, perasa dan pewarna.

Hal ini bisa meningkatkan resiko serangan asma dan diabetes serta menurunkan perkembangan kecerdasan kognitif anak.

Sebagaimana kita ketahui dan didengungkan selama ini, bayi sebaiknya mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan. Selanjutnya hingga usia 12 bulan, bayi perlu makanan pendamping yang adekuat karena ASI hanya memenuhi 60% - 70% kebutuhan nutrisinya. Setelah usia 12 bulan, bayi bisa diberi makanan lunak karena ASI hanya memenuhi 30% kebutuhan nutrisinya.

Namun pemberian ASI bisa mengalami kendala karena produksi ASI kurang lancar. Hal ini bisa diupayakan dengan merangsang payudara si ibu dengan mengompres dengan air hangat dan melakukan massage.

Kendala lainnya, si ibu mungkin tak bisa menyusui secara langsung karena bekerja. Jika dalam keadaan terpaksa, ASI bisa diperas dengan alat yang steril kemudian disimpan. Jika disimpan dalam kulkas dengan suhu 4 derajat Celcius akan tahan hingga 24 jam.

dr. Silvester mengingatkan untuk tak merebus ASI yang telah disimpan di kulkas sebelum diberikan kepada bayi karena akan merusak kolostrum. Ia menyarankan, sebaiknya suhu ASI dibiarkan menjadi normal sendiri. Memang butuh waktu lama, namun ini cara yang benar.

Ia juga menekankan untuk memberikan ASI sesering mungkin kepada bayi karena ASI adalah makanan utamanya yang tak ada bandingnya dan mutlak dibutuhkan.