APEC Bahas Konektivitas; Fasilitasi Perdagangan

APEC Bahas Konektivitas; Fasilitasi Perdagangan

Medan, Kabarindo- Komite Perdagangan dan Investasi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) hari ini (3/7) di Medan, Sumatera Utara, membahas bagaimana APEC dapat memaksimalkan aspek fasilitasi perdagangan dan konektivitas guna meningkatkan perdagangan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

“Pilar APEC selain liberalisasi adalah fasilitasi, dan dengan dibahasnya isu-isu terkait fasilitasi perdagangan secara intensif, maka APEC diharapkan dapat meningkatkan arus perdagangan baik di kawasan Asia-Pasifik maupun dengan kawasan lainnya. Semua dilakukan dalam rangka pencapaian Bogor Goals,” ujar Deny Kurnia, Direktur Kerja Sama APEC dan Organisasi Internasional Lainnya Kementerian Perdagangan.

Lebih spesifik pertemuan tersebut membahas kegiatan-kegiatan konkrit yang dapat menjadi kontribusi APEC terhadap dunia usaha, penciptaan lapangan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, ketahanan dan stabilitas ekonomi kawasan, serta kontribusinya sebagai mesin pertumbuhan dunia.

“Ini pertemuan Komite yang ketiga tahun ini, sehingga hasilnya lebih konkrit. Kami membahas langkah-langkah yang dapat ditempuh UKM (Usaha Kecil dan Menengah), misalnya, agar dapat menjadi bagian dari mata rantai produksi perusahaan multinasional.

Selain itu, kami juga membahas bagaimana UKM dapat memanfaatkan preferensi-preferensi yang ada pada kesepakatan perdagangan dengan negara lain untuk memperluas pasar mereka,” lanjut Deny.

Pada kesempatan ini, Komite juga membahas pelaksanaan rencana aksi kerangka kerja konektivitas rantai pasok yang diharapkan dapat meningkatkan keterhubungan kawasan Asia-Pasifik, menurunkan biaya dan waktu distribusi, serta mengurangi tingkat ketidakpastian perdagangan dan investasi dengan target kinerja 10% pada periode 2010-2015.

Lebih lanjut, Deny mengungkapkan bahwa usulan-usulan kebijakan yang dapat diambil dalam meningkatkan konektivitas antar anggota APEC juga turut dibahas di dalam pertemuan. “Contohnya adalah pembahasan mengenai bagaimana meningkatkan keamanan kabel komunikasi bawah laut dan melakukan pertukaran data secara elektronik antar pelabuhan. Ini tentunya dapat kita manfaatkan untuk mendukung salah satu program MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi) Indonesia, yaitu peningkatan pembangunan infrastruktur,” imbuhnya.

Bahasan mengenai konektivitas juga sejalan dengan salah satu prioritas Indonesia tahun ini, yaitu promoting connectivity. Tahun ini Indonesia mengembangkan kerangka kerja untuk meningkatkan keterhubungan Asia-Pasifik dengan mengutamakan tiga pilar utama konektivitas, yaitu infrastruktur, institusi, dan manusia.

Hal lainnya yang dibahas adalah usulan-usulan kebijakan dalam rangka memaksimalkan inovasi, kinerja kepabeanan, barang-barang ramah lingkungan, serta standardisasi.

Menurut Deny, hasil pembahasan di Komite ini akan ditindaklanjuti pada pertemuan Pejabat Tinggi APEC pada 5-6 Juli 2013 di Medan. Hasil pembahasan tersebut nantinya akan dipertimbangkan masuk sebagai bagian dari pernyataan Menteri dan Pimpinan APEC pada pertemuan di Bali bulan Oktober 2013 mendatang.