AMD Rilis Vega; Arsitektur Grafis Terbaru 2017

AMD Rilis Vega; Arsitektur Grafis Terbaru 2017

Surabaya, Kabarindo- AMD meluncurkan detail awal Vega, arsitektur GPU yang akan hadir setelah direncanakan selama 5 tahun.

Arsitektur Vega menghadirkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam game PC, desain profesional dan Machine Intelligence yang tak mampu diatasi secara efektif oleh arsitektur GPU tradisional.

Arsitektur revolusioner subsistem memori Vega memungkinkan GPU untuk mengatasi set data yang sangat besar yang tersebar di campuran jenis memori. Kontroler cache dengan bandwidth tinggi di GPU berbasis Vega dapat mengakses on-package cache dan sejumlah memori off-package secara fleksibel, mode yang dapat diprogram menggunakan data fine-grained.

“Merupakan hal yang luar biasa melihat GPU digunakan untuk memecahkan masalah data berskala gigabyte pada gaming hingga skala exabyte data pada machine intelligence. Kami merancang arsitektur Vega untuk membangun kemampuan ini dengan fleksibilitas untuk mengatasi luasnya masalah GPU yang akan dipecahkan tidak hanya hari ini, tapi juga lima tahun dari sekarang. High-bandwidth cache kita adalah kendala penting yang memiliki potensi untuk mempengaruhi pasar GPU secara keseluruhan,” kata Raja Koduri, Senior Vice President and Chief Architect Radeon Technologies Group AMD, dalam rilis yang diterima pada Jumat (6/1/2017).

Arsitektur Vega memungkinkan hirarki memori baru untuk GPU. Pendekatan baru yang radikal ini datang dalam bentuk high-bandwidth cache yang baru dan kontrolernya. Fitur cache dengan teknologi HBM2 terdepan mampu mentransfer terabyte data setiap detik, dua kali lipat bandwidth per-pin melebihi teknologi HBM generasi sebelumnya. HBM2 juga memungkinkan kapasitas yang jauh lebih besar kurang dari setengah ukuran memori GDDR5. Arsitektur Vega dioptimalkan untuk streaming data set yang sangat besar dan dapat bekerja dengan berbagai jenis memori sampai dengan 512TB virtual address space.

Game dan aplikasi profesional saat ini menggunakan geometri yang kompleks yang diaktifkan oleh peningkatan luar biasa dalam resolusi perangkat akuisisi data. Ratusan juta poligon di setiap frame yang diberikan telah saling mengunci dengan rapat sehingga sering ada banyak poligon yang diberikan per pixel. Pipeline geometri Vega generasi berikutnya memungkinkan programmer untuk mengekstrak efisiensi yang luar biasa dalam mengolah geometri yang kompleks ini dan pada saat yang sama dapat memberikan lebih dari 200% throughput per-clock melebihi arsitektur Radeon sebelumnya. Pipeline ini juga memiliki peningkatan load-balancing dengan distributor beban kerja cerdas untuk memberikan kinerja yang konsisten.

Inti dari arsitektur Vega adalah mesin komputasi generasi berikutnya yang dibangun di unit komputasi yang fleksibel, yang secara natif dapat memproses 8-bit, 16-bit, 32-bit atau 64-bit operasi di setiap clock cycle. Sejumlah compute unit ini dioptimalkan untuk mencapai frekuensi signifikan lebih tinggi dari generasi sebelumnya dan dukungan mereka terhadap tipe data variabel membuat arsitektur ini serba guna di berbagai beban kerja.

Mesin pixel Vega baru ini mempekerjakan Draw Stream Binning Rasterizer yang dirancang untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi daya. Hal ini memungkinkan untuk melakukan ‘fetch one, shade one’ piksel melalui penggunaan bin cache dari sebuah smart on-chip dan awal pemisahan piksel tak terlihat pada tahap akhir.