AFI 2015 Di Makassar; Malam Puncak 24 Oktober 2015 Di Fort Rotterdam

AFI 2015 Di Makassar; Malam Puncak 24 Oktober 2015 Di Fort Rotterdam

Aula Insan Berprestasi Kemdikbud, Sudirman, Kabarindo- Anda pasti sudah mengenal baik Benteng bersejarah kota Makassar ?

Fort Rotterdam akan menjadi saksi bisu perhelatan anyar yang memasuki tahun ke-4 setelah Medan, tahun ini di Kota Makassar.

24 Oktober sebagai puncak acara Apresiasi Film Indonesia disingkat AFI mengusung tema "Menguatkan Daya Budaya Sinema Indonesia". Mulai siang ini diresmikan oleh Didik Suhardi selaku Sekjen Kemendikbud RI didampingi Endang Caturwati selaku Direktur Kesenian bersama dengan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid dan Venna Melinda sebagai anggota DPR Komisi X.

Rencananya 14 penghargaan utama seperti 1). Apresiasi Film Fiksi Panjang, 2). Apresiasi Film Fiksi Anak, 3). Apresiasi Film Fiksi Pendek Kategori Umum, 4). Apresiasi Film Fiksi Pendek Kategori Pelajar, 5). Apresiasi Film Dokumenter Kategori Umum, 6). Apresiasi Film Dokumenter Kategori Pelajar, 7). Apresiasi Film Biografi, 8). Apresiasi Festival Film, 9). Apresiasi Kritik Film, 10). Apresiasi Poster Film, 11). Apresiasi Komunitas Film, 12). Apresiasi Pemerintah Daerah, 13). Apresiasi Lembaga Pendidikan Formal dan, 14). Apresiasi untuk Media Cetak.

Fenomenal dan mencengangkan adalah Kemdikbud sebagai operator AFI 2015 menunjuk juri yang menurut redaksi ada yang tidak jelas kompetensi dan kapabilitas dan sepatutnya dicari penggantinya karena bukan dari unsur masyarakat film (produser, sineas, filmaker, aktor/aktris peraih penghargaan, organisasi film, BPI atau wartawan sinema tidak sekedar hanya pernah jadi juri belaka).

Disebutkan oleh rilis yang diterima redaksi tim juri yang berkompeten hanya Yan Widjaya sebagai jurnalis sinema dari era 80-an dan Panji Wibowo (IKJ) yang terlibat kepanitiaan pembentukan BPI dan stakeholdernya. Sementara Budi Irawanto (akademisi film), ST. Sunardi (pengajar kajian budaya), Otty Widasari (pelaku dan penggiat film komunitas) yang justeru dipertanyakan redaksi saat preskon beberapa menit yang lalu.

Hal ini dijelaskan oleh Ketua Panitia, Dudung bahwa ia sudah mendengarkan masukan banyak pihak termasuk dari Kemala Atmodjo BPI-Badan Perfilman Indonesia yang mengusulkan dua nama yaitu Frans Hartono dan Niniek L Karim tapi masih di luar kota dan sibuk termasuk meeting 12 Agustus bersama Garin Nugroho dan Seno  Gumira Adidarma.

"Intinya adalah ajang AFI ini hanya apresiasi saja jadi tidak secara teknis sinematografis saja jadi beda dengan penghargaan lainnya," ucapnya.

Sementara itu info dari whatsapp Demi Film Indonesia dari SandyDetik bahwa Seno Gumira Ajidarma membatalkan persetujuan lisan untuk menjadi juri AFI 2015 yang telah menghubungi 12 Agustus 2015 dan sempat mengikuti rapat pertama dihari yang sama.

Ada hal yang perlu Anda ketahui bahwa ada juga penghargaan Inspiratif yang terdiri dari 3 kategori yaitu: 1) Apresiasi Adi Karya, 2). Apresiasi Adi Insani, dan 3). Kajian Akademik Tentang Film serta ada rangkaian sosialisasi melalui roadshow di bioskop empat kota yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Makassar dengan diskusi film dan talkshow di televisi.

Selain apresiasi film juga ada lomba cipta lagu AFI yang terbuka untuk umum dengan dewan juri Djadug Ferianto, Singgih Sanjaya, Lukas dan nantikan Piala Dewantara di kota Makassar.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid menitipkan logo Phinisi sebagai pemersatu masyarakat film di AFI 2015 ini agar bisa menjadikan kota Makassar sebagai tempat lokasi pembuatan film dengan banyak destinasi yang menarik untuk jadi latar tiap genre sehingga momentum AFI tahun ini dimana kota Makassar sebagai sentra pembangunan maritim untuk seluruh Indonesia.

Terakhir, apapun itu semua yang jelas redaksi mendukung apresiasi untuk film Indonesia dan ajang AFI tahun ini mensiratkan itu semua yang tentu saja memang dengan banyak catatan.


Congratz.....AFI 2015 di Kota Makassar