ACHMAD BAKRIE 2014 UNTUK NEGERI; Kembali Digelar

ACHMAD BAKRIE 2014 UNTUK NEGERI; Kembali Digelar

Jakarta, Kabarindo- Pendiri Kelompok Bakrie, almarhum H. Achmad Bakrie.

Kita semua tahu bahwa semasa hidupnya, berkomitmen pada pembangunan bangsa dan negara Indonesia, itu menjadi sebagian  prinsip dan keteladanan beliau,termasuk menghargai karya-karya terbaik, kreatif serta inovatif bagi kemajuan dan perkembangan positif  bangsa Indonesia.

Salah satu bentuk perhatian untuk mengenang komitmen dan harapan almarhum bagi karya-karya terbaik anak bangsa, diwujudkan dalam  bentuk penghargaan bagi karya-karya putra-putri Indonesia yakni Penghargaan Achmad Bakrie. Penghargaan ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2003 untuk terus merangsang dan memotivasi anak bangsa menghadirkan karya-karya kreatif dan inspiratif terbaik. Sejak pertama kali digelar, hingga kini sudah ada 45 Anak Bangsa Berprestasi yang telah menerima Penghargaan ini. Penghargaan Achmad Bakrie 2014 Untuk Negeri kembali digelar tahun ini.

Penghargaan Achmad Bakrie 2014 Untuk Negeri merupakan tradisi penganugrahan yang dipersembahkan Grup Bakrie sebagai wujud apresiasi kepada tokoh-tokoh inspirasional yang telah berjasa dalam kehidupan bagi bangsa Indonesia. Para tokoh yang dipilih untuk menerima penghargaan ini ialah insan-insan terbaik dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan, serta mereka yang telah membaktikan hidupnya di bidang kemanusiaan. Bentuk penghargaannya berupa trofi, dan piagam.

Acara ini akan dilaksanakan pada Rabu 10 Desember 2014, di XXI Ballroom Djakarta Theatre dan ditayangkan tvOne Sabtu, 13 Desember 2014 pukul 19.00 WIB, dengan  menghadirkan enam tokoh penerima Penghargaan Achmad Bakrie 2014 Untuk Negeri, yakni :

1.    Indrawati Gandjar (Sains)
(Lahir di Makassar, 16 Juli 1933)
Indrawati Gandjar menghabiskan lebih dari separuh usianya untuk  mengenali  dan  ikut  memetakan  pengembangan  jagad mikrobiologi. Ia bertanggung jawab meletakkan jamur tempe dan sejumlah mikroba jenis lain yang ada di Nusantara dalam peta jagad mikrobiologi international. Peranananya yang sangat besar dalam mengembangkan  dan  melembagakan  mikrobiologi,  khususnya mikologi, di Indonesia membuat sejumlah sahabatnya dari negeri luar  dengan  takzim  menyebut  Indrawati  Gandjar  sebagai  Ibu Mikrobiologi Indonesia.

2.    I Gede Wenten (Teknologi)
(Lahir di Bali, 15 Februari 1962)
IG.Wenten mulai aktif menggalang kekuatan untuk memulai membangun industry membran di Indonesia. Lahirnya GDP Filter Indonesia (www.gdpfilter.co.id) telah mendorong teraplikasinnya teknologi ini di Indonesia mulai dari alat skala kecil untuk keperluan rumah tangga sampai ke skala besar untuk keperluan industri. Beberapa apklikasi spesifik juga telah dikomersialkan seperti teknologi untuk pengolahan minyak nabati dan re-use oli bekas. Salah satu aplikasi terbesar teknologi membran belakangan ini adalah di bidang pengolahan dan reklamasi air. 

3.    Gunawan Indaryanto (Kesehatan)
(Lahir di Kediri, 27 Maret 1949)
Gunawan Indrayanto menanggapi kekayaan alam  itu,  khususnya  kekayaan  tumbuh-tumbuhannya, dengan meneliti selama puluhan tahun faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kimia bahan alami di sel tanaman, dan mengembangkan metoda analisa yang valid untuk menentukan mutu obat herbal. Penelitiannya, yang dikerjakan dalam berbagai keterbatasan alat dan dana, itu banyak dikutip oleh kalangan akademik dan industri di berbagai penjuru.

4.    Mundardjito (Pemikiran Sosial)
(Lahir di Bogor, 8 Oktober 1936)
Mundardjito  adalah orang  paling  depan  dalam  memajukan,  memperkokoh  dan memasyarakatkan arkeologi di Indonesia. Ia bukan hanya ilmuwan yang memperbaharui metodologi penelitian di bidangnya, tapi yang juga menjadikan arkeologi sebagai sarana untuk menghidupkan identitas kebudayaan Indonesia.

5.     Khoirul Anwar (Ilmuwan Muda Berprestasi)
(Lahir di Kediri, 22 Agustus 1977)
Khoirul Anwar berfokus  pada  coding  theory  yang  terinspirasi dari saran seorang blind reviewer, saat masih Khoirul menjadi mahasiswa program doktor, bahwa “Communications without coding is useless”. Khoirul juga mendalami information theory yang  sangat  fundamental  untuk  teknologi  apapun  dalam telekomunikasi, bahkan bisa digunakan untuk analsis ekonomi dan statistik. Berkat kematangan pada coding theory dan juga information theory inilah Khoirul banyak memiliki inovasi baru

6.    Emil Salim (Pemikiran Sosial)
(Lahir di Lahat, 20 April 1930)
Tentang  Emil  Salim,  sedikit catatan  perlu  kembali  ditambahkan.  Meskipun menyatakan tak menolak Penghargaan Achmad Bakrie tahun 2013 lalu, Emil Salim mengusulkan agar penghargaan ini dapat ia terima tahun 2014 ini, setelah demisioner selaku Ketua Dewan Pertimbangan Presiden. Emil salim tampil menyerukan dan bekerja mewujudkan pentingnya dimensi lingkungan dalam pembangunan ketika masyarakat luas termasuk para pembuat kebijakan boleh dikata masih mengidap rabun bahkan buta lingkungan (eco­illiteracy). sejak Orde Baru gencar melaksanakan pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, Emil salim sudah menandaskan bahwa di samping pemerataan pendapatan, lingkungan hidup adalah aspek yang harus diperhatikan agar pembangunan itu bisa berkelanjutan dan mencapai tujuannya yang paling penting.

Keseluruhan acara ini diharapkan bisa sebagai kontribusi kepada bangsa juga keenam tokoh di atas, yakni orang-orang yang telah berdedikasi besar dengan menghadirkan karya-karya terbaik bagi masyarakat dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.

Lewat tayangan, liputan dan artikelnya  PT. Visi Media Asia (VIVA) yakni perusahaan media grup Bakrie yang terdiri dari tvOne, ANTV & viva.co.id.  akan mengemas Penghargaan Achmad Bakrie 2014 secara eksklusif, agar masyarakat  dan pemirsa terhibur

Masyarakat dapat  juga mengikuti kegiatan ini melalui media online atau streaming di website tvonenews.tv dan viva.co.id. Selain itu, ANTV juga akan memberikan sajian liputan eksklusif seputar Penghargaan Achmad Bakrie 2014 Untuk Negeri ini.

Konsep acara Penghargaan Achmad Bakrie 2014 Untuk Negeri akan dikemas dengan nuansa entertaining di tengah konsep suasana yang ekslusif. Dengan kata lain, ajang Bakrie Award ini tidak hanya menghibur, tetapi dapat menghadirkan acara yang berkelas serta kaya akan informasi yang mendidik dengan menghadirkan para pejabat Negara Republik Indonesia dan artis papan atas, seperti Citra Scholastika, Harvey Malaiholo, Tata Janeeta, Magenta Eleven, dan Special Performance “The Band” (Aburizal Bakrie, Susilo Bambang Yudhoyono, Basuki Hadimuljono Menteri PU Perumahan Rakyat, Hanif Dakhiri Menteri Tenaga Kerja,  dan Ikang Fauzi), serta dipandu oleh presenter tvOne Agung Izzulhaq & Elvira Khairunnisa

Inilah wujud penghargaan terhadap karya–karya terbaik anak bangsa, khususnya kepada tokoh penerima penghargaan Bakrie Award beserta karya luar biasanya yang telah disumbangkan bagi negeri kita tercinta, Indonesia. Di sisi lain, Penghargaan Achmad Bakrie 2014 Untuk Negeri ini diharapkan mampu memberi inspirasi generasi muda selanjutnya.

“SAKSIKAN Penghargaan Achmad Bakrie 2014 Untuk Negeri di tvOne.”                                 
tvOne…“Memang Beda