35 Sekolah Di Yogyakarta; Pakai Kurikulum 2013

35 Sekolah Di Yogyakarta; Pakai Kurikulum 2013

Yogyakarta, Kabarindo- Sebanyak 35 sekolah di Kota Yogyakarta yang sudah melaksanakan sistem pengajaran berdasarkan Kurikulum 2013 pada Tahun Ajaran 2014/2015 tetap melanjutkan penerapan kurikulum itu pada tahun ajaran mendatang.

"Sekolah yang pada tahun lalu sudah menggunakan Kurikulum 2013, akan tetap melanjutkan penggunaannya pada tahun ajaran mendatang. Ada 35 sekolah dari SD hingga SMA/SMK," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri Suasana di Yogyakarta, Jumat.

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta sudah menyiapkan pelatihan kepada guru yang mengampu pengajaran di kelas 3, kelas 6, kelas 9, dan kelas 12 agar mereka siap menggunakan Kurikulum 2013.

Pelatihan dilakukan karena pada Tahun Ajaran 2014/2015, siswa di kelas 3, 6, 9, dan 12 belum menggunakan Kurikulum 2013.

Pelatihan guru dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan serta Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK).

Kebutuhan buku ajar untuk siswa di sekolah yang tetap meneruskan Kurikulum 2013 akan dipenuhi oleh pemerintah pusat.

"Sudah ada edaran dari kementerian mengenai buku ajar. Pengadaaan buku akan dilakukan dengan sistem lelang menggunakan e-katalog. Harapannya, kebutuhan buku bisa tetap dipenuhi dan tidak lagi ada keterlambatan," katanya.

Edy mengatakan pelaksanaan Kurikulum 2013 di Yogyakarta berjalan dengan baik meski masih perlu perbaikan, di antaranya dalam sistem penilaian siswa.

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta terus mengembangkan aplikasi untuk mempermudah sistem penilaian siswa berbasis Kurikulum 2013 sehingga tidak ada lagi guru yang beralasan kesulitan melakukan penilaian.

Sekolah lain yang tahun lalu belum menjalankan Kurikulum 2013 secara penuh, tetap akan menggunakan sistem pengajaran berbasis Kurikulum 2006.

Pada Tahun ajaran 2014/2015, sebagian besar sekolah di Kota Yogyakarta menyatakan siap menjalankan Kurikulum 2013 dan sudah melaksanakannya selama satu semester.

"Kami akan tetap melakukan evaluasi dan menunggu perkembangan kebijakan dari pemerintah pusat," kata Edy seperti dilansir dari laman antaranews.